Jakarta, IDN Times - Situasi dan kondisi di Iran semakin memanas setelah pemerintah setempat mengambil tindakan serius kepada para demonstran. Sebanyak 24 ribu demonstran tewas dalam dua pekan terakhir.
Aksi protes kepada Pemerintah Iran dimulai sejak akhir Desember 2025 ketika mata uang Iran jatuh begitu dalam. Ribuan warga Iran lantas turun ke jalan dan menimbulkan ancaman paling serius terhadap rezim dalam beberapa tahun terakhir.
Keruntuhan ekonomi Iran terlihat jelas dari nilai mata uangnya, rial. Data Morningstar yang dikutip dari independent.co.uk menunjukkan, nilainya sekitar 42 ribu rial per dolar Amerika Serikat (AS) pada pertengahan Desember. Namun, kini nilainya lebih dari 1,1 juta rial per dolar AS, setelah beberapa hari lalu mencapai titik terendah sepanjang masa, yaitu 1,4 juta rial.
Selain mata uangnya yang anjlok, persoalan lain yang berkontribusi pada kejatuhan ekonomi Iran, yakni inflasi tinggi dan harga pangan yang naik gila-gilaan.
