Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Strategi Atur THR supaya Gak Cuma Numpang Lewat
ilustrasi THR (IDN Times/Ita Malau)
  • Sergio Ticoalu dari IPOT menekankan pentingnya mengelola THR secara strategis agar tidak habis untuk konsumsi sesaat dan bisa menjadi langkah awal kebiasaan finansial sehat.
  • Empat strategi utama mencakup memperkuat dana darurat, berinvestasi dengan keyakinan, meningkatkan literasi finansial, serta memanfaatkan xRDN IPOT agar dana tetap produktif.
  • Pendekatan 'smart money' diajarkan untuk menyeimbangkan antara menikmati momen Lebaran dan memastikan sebagian uang terus bekerja demi kestabilan keuangan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tunjangan Hari Raya alias THR jadi suatu hal yang ikut melekat dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia. Meski begitu, keberadaan THR kerap kali hanya numpang lewat karena harus digunakan untuk kebutuhan Lebaran sehingga membuat saldo rekening cepat menipis saat periode liburan usai

Fenomena tersebut bukan hanya soal pengeluaran musiman, tetapi juga soal bagaimana masyarakat mengelola uang tambahan tersebut. Tanpa strategi yang tepat, dana THR berisiko habis untuk konsumsi jangka pendek tanpa memberikan dampak finansial jangka panjang.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu mengatakan, periode THR seharusnya menjadi momentum untuk mulai berpikir seperti smart money, yaitu menggunakan uang secara lebih strategis, bukan sekadar mengikuti dorongan konsumsi sesaat.

“Momentum THR sebenarnya adalah kesempatan bagus untuk mulai berpikir seperti smart money. Artinya bukan sekadar membelanjakan uang, tapi mengalokasikannya dengan lebih strategis agar sebagian tetap bisa tumbuh dan bekerja untuk masa depan,” ujar Sergio, dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, pola pikir ini penting agar dana THR tidak hanya lewat begitu saja di rekening, tetapi dapat menjadi langkah awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Berikut ini empat strategi sederhana ala IPOT agar dana THR dapat dikelola secara lebih produktif.

1. Prioritaskan “security” dengan dana darurat

ilustrasi dana darurat (freepik.com/freepik)

Langkah pertama adalah memastikan kondisi finansial tetap aman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengalokasikan sebagian THR untuk memperkuat dana darurat.

“Minimal 20–30 persen THR bisa dialokasikan sebagai dana cadangan. Ini penting agar kondisi finansial tetap stabil sepanjang tahun,” kata Sergio.

Dengan adanya dana darurat, masyarakat dapat menghadapi kebutuhan tak terduga tanpa harus berutang atau mengganggu rencana keuangan lainnya.

2. Gunakan sisa THR untuk investasi dengan conviction

Ilustrasi investasi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah kebutuhan Lebaran terpenuhi, sisa THR dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal investasi. Sergio menekankan pentingnya melakukan investasi dengan dasar analisis dan keyakinan, bukan sekadar mengikuti tren atau FOMO.

“Investor yang sehat adalah mereka yang punya conviction terhadap keputusan investasinya. Jadi bukan sekadar ikut ramai, tapi memahami kenapa mereka memilih instrumen tersebut,” kata dia.

3. Bangun kepercayaan diri lewat literasi finansial

Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Mengelola uang dengan baik tidak hanya bergantung pada besar kecilnya pendapatan, tetapi juga pada tingkat literasi finansial. Dengan pemahaman yang baik tentang investasi dan pengelolaan keuangan, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur.

“Confidence dalam berinvestasi datang dari pemahaman. Semakin kita mengerti cara kerja pasar dan instrumen investasi, semakin baik pula keputusan yang bisa kita ambil,” ujar Sergio.

4. Parkirkan dana produktif di xRDN IPOT

IPOT rilis xRDN (dok. IPOT)

Salah satu cara agar dana tidak cepat habis adalah dengan menempatkannya pada rekening dana nasabah (xRDN) yang tetap memberikan potensi imbal hasil.

Di aplikasi IPOT, saldo yang tersimpan di xRDN tetap dapat memberikan potensi imbal hasil sekitar 2 persen, lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan konvensional yang umumnya berada di kisaran 0,02–0,2 persen per tahun, tetapi tetap memiliki likuiditas tinggi.

Dengan cara ini, dana tetap produktif sekaligus membantu mengurangi dorongan belanja impulsif.

“Konsep smart money bukan berarti menahan diri dari menikmati momen Lebaran, tetapi memastikan sebagian uang tetap bekerja untuk kita setelah liburan selesai,” kata Sergio.

Editorial Team