Jakarta, IDN Times - Tunjangan Hari Raya alias THR jadi suatu hal yang ikut melekat dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia. Meski begitu, keberadaan THR kerap kali hanya numpang lewat karena harus digunakan untuk kebutuhan Lebaran sehingga membuat saldo rekening cepat menipis saat periode liburan usai
Fenomena tersebut bukan hanya soal pengeluaran musiman, tetapi juga soal bagaimana masyarakat mengelola uang tambahan tersebut. Tanpa strategi yang tepat, dana THR berisiko habis untuk konsumsi jangka pendek tanpa memberikan dampak finansial jangka panjang.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu mengatakan, periode THR seharusnya menjadi momentum untuk mulai berpikir seperti smart money, yaitu menggunakan uang secara lebih strategis, bukan sekadar mengikuti dorongan konsumsi sesaat.
“Momentum THR sebenarnya adalah kesempatan bagus untuk mulai berpikir seperti smart money. Artinya bukan sekadar membelanjakan uang, tapi mengalokasikannya dengan lebih strategis agar sebagian tetap bisa tumbuh dan bekerja untuk masa depan,” ujar Sergio, dalam pernyataan resminya, dikutip Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, pola pikir ini penting agar dana THR tidak hanya lewat begitu saja di rekening, tetapi dapat menjadi langkah awal membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Berikut ini empat strategi sederhana ala IPOT agar dana THR dapat dikelola secara lebih produktif.
