Jakarta, IDN Times - Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diperkirakan membengkak. Saat ini, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedang melakukan audit dan tinjauan terkait pembengkakan biaya mega proyek tersebut.
Sebelumnya, pada akhir 2021, PT KAI (Persero) selaku pimpinan konsorsium dari proyek KCJB membeberkan kebutuhan investasi untuk proyek tersebut diperkirakan membengkak dari 6,07 miliar dolar AS atau setara Rp86,67 triliun, menjadi 8 miliar dolar AS atau setara Rp114,24 triliun.
"Mengenai perubahan biaya, kami sudah mengajukan angka untuk direview oleh BPKP. Namun kepastiannya masih menunggu hasil audit dan review dari BPKP," kata Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Rahadian Ratry kepada IDN Times yang dikutip Senin (11/4/2022).
Ada beberapa hal yang membuat kebutuhan biaya proyek tersebut bengkak.