Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AHY Bahas Restrukturisasi Utang Whoosh Bareng Purbaya: Cari Solusi Terbaik
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengunjungi Kementerian Keuangan. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Fokus pada restrukturisasi keuangan KCJB dan kesehatan fiskal

  • Restrukturisasi utang perlu dilakukan hati-hati

  • Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta,IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah masih mengkaji opsi terbaik untuk menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

1. Fokus pada restrukturisasi keuangan KCJB dan kesehatan fiskal

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Menurut AHY, pembahasan difokuskan pada restrukturisasi keuangan KCJB dengan tetap menjaga keberlanjutan proyek dan kesehatan fiskal negara.

“Kami membahas restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Pemerintah tidak ingin terburu-buru dan terus mencari solusi terbaik,” ujar AHY.

2. Restrukturisasi utang perlu dilakukan hati-hati

Ilustrasi hutang konsumtif (freepik.com/rawpixel.com)

AHY menegaskan, restrukturisasi perlu dilakukan secara hati-hati karena melibatkan kerja sama dengan pihak China serta berdampak pada struktur keuangan perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut. Selain itu, proyek KCJB juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang, terutama jika dikembangkan hingga Surabaya.

Saat ini, pemerintah terus berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Kereta Api Indonesia (KAI), Danantara, serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

3. Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC)

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat yang akan menjadi wadah koordinasi lintas kementerian. Di saat yang sama, pemerintah menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar hukum pengembangan jaringan kereta cepat, tidak hanya Jakarta-Bandung, tetapi juga rencana perpanjangan hingga Surabaya.

“Komite ini akan melibatkan banyak kementerian, dengan Kemenko Infrastruktur sebagai koordinator,” kata AHY.

Ke depan, pemerintah akan menjadikan pengalaman proyek KCJB sebagai pembelajaran utama dalam pengembangan jalur lanjutan. Evaluasi difokuskan pada aspek perencanaan, pembiayaan, dan mitigasi risiko agar permasalahan serupa tidak terulang.

Editorial Team