Kereta api dari jogja (Dok. PT KAI)
AHY menjelaskan, upaya dekarbonisasi transportasi darat yang terus dikawal pemerintah difokuskan pada pengembangan perkeretaapian, perluasan Bus Rapid Transit (BRT), serta penguatan kereta rel komuter perkotaan Jabodetabek.
Pemerintah juga mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan. AHY menyampaikan, kendaraan listrik baru mencapai sekitar 0,14 persen dari total sekitar 20 juta kendaraan pada 2024. Targetnya porsi kendaraan listrik penumpang meningkat menjadi 3,54 persen pada 2030, sementara kendaraan berat ditargetkan naik dari 0,07 persen menjadi 6,38 persen.
"Nah ini sekarang yang paling berat kehidupan kita nih. Sepeda motor. Ini kita ada 140 juta sekian total sepeda motor," ujarnya.
Di sisi regulasi, AHY menyebut pemerintah tengah mengawal sejumlah kebijakan pendukung dekarbonisasi transportasi, antara lain Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, peraturan lingkungan hidup terkait target kontribusi nasional, serta keputusan Menteri Perhubungan mengenai aksi mitigasi perubahan iklim sektor transportasi.
"Inisiatif yang kita kawal saat ini adalah menghadirkan sebuah Sistem Transportasi Nasional yang diwadahi dalam sebuah Undang-Undang. Nah, RUU Sistranas ini sudah dan tengah dimutakhirkan," tutur AHY.
Selain itu, pemerintah menyiapkan regulasi Transit Oriented Development (TOD) untuk mendorong integrasi pusat hunian, kerja, dan transportasi, serta mempercepat pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF). AHY menyampaikan, pengembangan SAF difokuskan pada kesiapan pasokan, distribusi, edukasi publik, hingga kepastian tarif dan sertifikasi agar implementasinya berjalan efektif.