Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook 2026.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook 2026. (Youtube.com/Kemenko Perekonomian)

Intinya sih...

  • Pemerintah memastikan peluncuran Indonesia Economic Outlook 2026 bukan hanya untuk merespons Moody’s Ratings.

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan tujuan lebih besar dari sekadar merespons perubahan prospek Moody's.

  • Pemerintah akan lebih aktif menyebarluaskan capaian positif Indonesia dengan melakukan roadshow ke berbagai negara untuk menemui calon investor dan pihak lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan peluncuran Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada Jumat (13/2/2026) bukan khusus untuk merespons Moody’s Ratings. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan peluncuran Indonesia Economic Outlook hari ini memiliki tujuan yang lebih besar dari sekadar merespons perubahan prospek Moody's.

Moody’s Ratings baru saja mengubah prospek utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Perubahan itu mempertebal sentimen negatif di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), usai peringatan dari MSCI Index.

"Pertama tentang Moody’s, itu kami bukan spesifik hanya Moody’s, tetapi kegiatan ini adalah arahan Bapak Presiden agar para menteri terbuka kepada masyarakat dan menyampaikan juga kepada para stakeholder di pasar modal, ekonomi, perguruan tinggi, maupun media dan kedutaan-kedutaan besar asing. Sehingga, ini tidak spesifik," ujar Airlangga.

Dalam acara hari ini, pemerintah turut mengundang perwakilan dari Moody’s Ratings, yakni Managing Director Regional Head of Asia Pacific Moody’s Ratings, Wendy Cheong. Lalu, turut diundang President Director PT Fitch Ratings Indonesia Eva Nilayanti Muis, Head of Asia-Pacific Sovereign Fitch Rating Thomas Rookmaaker, dan Managing Director and Head of Asia-Pacific at S&P Global Ratings Elena Okorochenko.

Airlangga memastikan, Prabowo dan menteri-menteri juga tidak melakukan pertemuan khusus dengan pihak-pihak dari lembaga pemeringkat internasional.

"Tidak ada, tidak ada yang ketemu," ujar Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Indonesia telah memiliki capaian positif yang cukup banyak. Namun, capaian-capaian ini belum sepenuhnya didengar dunia.

Oleh sebab itu, pemerintah akan lebih aktif lagi menyebarluaskan capaian positif Indonesia, salah satunya dengan melakukan roadshow ke berbagai negara, menemui calon investor dan juga pihak-pihak lainnya.

"Nah, itu juga, jadi kami akan lebih aktif lagi, karena banyak mendapatkan input juga. Maksudnya, sebenarnya banyak sekali kebijakan kami yang sudah positif, tapi ya itu, perlu disosialisasikan lebih luas lagi kepada dunia luar," kata Rosan.

Editorial Team