Saat kondisi ekonomi melemah, banyak bisnis langsung merasakan tekanan dari sisi penjualan dan arus kas. Daya beli masyarakat cenderung turun, sehingga pengeluaran untuk barang-barang tertentu mulai dikurangi. Dalam situasi seperti ini, perbedaan karakter antara bisnis jasa dan bisnis produk jadi semakin terlihat jelas.
Bisnis jasa sering kali menunjukkan daya tahan yang lebih kuat karena sifat kebutuhannya yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari. Banyak layanan tetap dibutuhkan meski konsumen sedang lebih selektif dalam belanja. Pola ini membuat bisnis jasa sering dianggap lebih adaptif menghadapi perubahan ekonomi. Yuk, simak alasan kenapa bisnis jasa sering lebih tahan resesi dibanding bisnis produk!
