Kesenjangan ekonomi antara kelas menengah dan kelas atas masih menjadi persoalan yang terus dibahas di berbagai negara, termasuk di tengah kondisi ekonomi global yang semakin dinamis. Banyak orang dari kelas menengah memiliki penghasilan stabil, pekerjaan tetap, dan rutinitas kerja yang padat, tetapi kondisi finansialnya tidak menunjukkan perkembangan signifikan dari waktu ke waktu. Di sisi lain, kelompok kelas atas justru mampu memperluas aset, meningkatkan nilai kekayaan, dan menjaga stabilitas ekonomi mereka dalam jangka panjang.
Fenomena ini kemudian memunculkan pertanyaan besar tentang alasan mengapa kelas menengah tetap miskin sementara kelas atas berkembang. Dilansir New Trader U, perbedaan tersebut tidak selalu terletak pada besarnya pendapatan yang diterima setiap bulan, melainkan pada cara mengelola uang dan mengambil keputusan finansial. Berikut tujuh alasan yang dapat membantu memahami pola keuangan yang kerap membuat kelas menengah sulit naik kelas secara ekonomi.
