Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi produk makanan
ilustrasi produk makanan (pexels.com/Laura James)

Intinya sih...

  • Mudah memicu rasa penasaran sejak pertama lihat

  • Lebih gampang diingat dibanding nama generik

  • Memicu potensi word of mouth yang lebih kuat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era media sosial, nama produk bukan lagi sekadar identitas, tapi juga alat komunikasi yang sangat menentukan. Nama yang unik sering menjadi pemicu pertama seseorang berhenti scroll dan mulai memperhatikan sebuah merek. Dari sinilah percakapan dimulai, bahkan sebelum orang mengenal fungsi atau kualitas produknya.

Nama produk yang berbeda dari kebiasaan umum punya potensi besar untuk memancing rasa penasaran. Keunikan nama sering menjadi bahan obrolan, bahan candaan, atau bahkan bahan perdebatan kecil di kolom komentar. Kondisi ini membuat produk lebih sering disebut dan dibicarakan secara organik. Yuk, simak alasan kenapa nama produk unik lebih mudah jadi bahan obrolan di media sosial!

1. Mudah memicu rasa penasaran sejak pertama lihat

ilustrasi kemasan produk (pexels.com/Karola G)

Nama produk yang unik biasanya langsung menimbulkan tanda tanya di kepala. Rasa penasaran ini membuat orang ingin tahu lebih jauh tentang arti, asal-usul, atau makna di balik nama tersebut. Proses ini terjadi secara alami tanpa perlu dorongan promosi yang berlebihan.

Ketika rasa penasaran muncul, orang cenderung mencari informasi tambahan atau bertanya di kolom komentar. Aktivitas ini meningkatkan interaksi dan memperluas jangkauan percakapan. Nama yang memancing rasa ingin tahu sering menjadi pintu masuk awal untuk keterlibatan audiens yang lebih dalam.

2. Lebih gampang diingat dibanding nama generik

ilustrasi produk pakaian (pexels.com/MART PRODUCTION)

Nama produk yang terdengar unik biasanya lebih mudah menempel di ingatan. Otak manusia cenderung mengingat hal yang berbeda dari pola umum. Nama yang terdengar tidak biasa otomatis mendapat ruang khusus dalam memori.

Sebaliknya, nama yang terlalu umum mudah tenggelam di antara banyak produk serupa. Keunikan memberi identitas yang lebih kuat dan membedakan dari kompetitor. Inilah yang membuat nama unik sering disebut kembali dalam obrolan sehari-hari atau unggahan media sosial.

3. Memicu potensi word of mouth yang lebih kuat

ilustrasi teman bercanda (pexels.com/DNA. Art Club)

Nama produk yang unik sering menjadi bahan cerita dari satu orang ke orang lain. Cerita sederhana seperti “tahu gak ada produk namanya begini” bisa menjadi awal penyebaran informasi. Proses ini memperkuat efek word of mouth tanpa perlu biaya besar.

Ketika nama produk terasa lucu, aneh, atau tidak biasa, orang cenderung membagikannya sebagai bahan obrolan ringan. Aktivitas berbagi ini memperluas jangkauan merek secara organik. Dalam banyak kasus, nama unik justru menjadi alat promosi yang berjalan sendiri.

4. Cocok untuk konten dan branding di media sosial

ilustrasi konten Nataru (pexels.com/Tim Douglas)

Nama yang unik memberi banyak ruang untuk eksplorasi konten kreatif. Dari caption, meme, hingga kampanye tematik, semuanya bisa dikaitkan dengan karakter nama tersebut. Hal ini membuat proses branding terasa lebih hidup dan mudah dikembangkan.

Media sosial sangat menyukai elemen yang mudah diolah menjadi cerita visual dan narasi singkat. Nama produk yang unik sering menjadi jangkar utama dalam konsep konten. Dengan begitu, identitas merek terasa lebih konsisten dan mudah dikenali di berbagai platform.

5. Memberi kesan berani dan beda dari yang lain

ilustrasi produk (pexels.com/MYHIXEL)

Nama produk yang unik sering memberi sinyal bahwa merek berani tampil beda. Kesan ini menarik bagi audiens yang menyukai sesuatu yang tidak mainstream. Keberanian dalam penamaan sering diterjemahkan sebagai keberanian dalam konsep dan karakter merek.

Citra “beda” ini membantu membangun posisi merek di tengah pasar yang padat. Nama yang berani memudahkan audiens mengasosiasikan produk dengan karakter tertentu. Dalam jangka panjang, identitas ini memperkuat daya ingat dan loyalitas terhadap merek.

Nama produk yang unik bukan sekadar soal kreativitas, tapi juga strategi komunikasi. Keunikan membantu memicu rasa penasaran, memperkuat ingatan, dan memperbesar potensi percakapan. Di media sosial, nama sering menjadi pintu pertama menuju interaksi yang lebih luas. Dengan pemilihan nama yang tepat, produk punya peluang lebih besar untuk terus dibicarakan dan diingat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian