Di era digital yang serba terbuka, konsumen semakin kritis terhadap setiap langkah brand. Informasi tentang produk, proses produksi, hingga nilai perusahaan bisa dengan mudah diakses melalui berbagai platform dan media sosial. Dalam situasi seperti ini, transparansi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar agar brand tetap relevan dan dipercaya.
Banyak brand yang masih menganggap keterbukaan sebagai risiko, padahal justru sebaliknya. Konsumen modern lebih menghargai kejujuran dibanding kesempurnaan yang dibuat terlalu rapi. Ketika brand berani terbuka, hubungan dengan konsumen terasa lebih manusiawi dan autentik. Yuk, pahami alasan kenapa transparansi brand bisa memperkuat kepercayaan konsumen dan memperkokoh posisi bisnis di pasar!
