Goldman Sachs (goldmansachs.com)
Co-head Global Commodities Research Goldman Sachs, Daan Struyven mengatakan kepada Bloomberg, harga emas dapat mencapai 4.900 dolar AS pada akhir tahun depan, atau naik sekitar 17 persen. Ia menilai kenaikan tersebut didorong oleh dua faktor utama yang masih akan berlanjut.
Pertama, pembelian emas oleh bank sentral meningkat signifikan sejak pembekuan cadangan Rusia pada 2022. “Mereka perlu melakukan diversifikasi ke emas, yang merupakan satu-satunya aset aman sejati ketika disimpan di brankas domestik,” ujar Struyven.
Kedua, ekspektasi pemangkasan suku bunga. The Fed diperkirakan memangkas sekitar 75 basis poin tahun depan, yang menurut Struyven akan mendorong minat pada aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ia menambahkan, permintaan dari investor individu juga bisa meningkat, terutama terkait apa yang disebut sebagai debasement trade.
“Saya pikir intuisi utama untuk besarnya potensi kenaikan harga dari diversifikasi sektor swasta adalah bahwa pasar emas relatif kecil… Ini alasan lain mengapa emas menjadi rekomendasi komoditas jangka panjang favorit kami,” ujar Struyven.