Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Analis Prediksi Harga Emas Bisa Naik 20 Persen Tahun Depan
ilustrasi emas (unsplash.com/Jingming Pan)

Intinya sih...

  • Bank of America prediksi emas bisa sentuh 5.000 dolar AS

  • Goldman Sachs lihat emas bisa capai 4.900 dolar AS

  • Proyeksi dari Deutsche Bank dan HSBC

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Harga emas yang mencapai rekor baru tahun ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan reli hingga 2026. Sejumlah analis di Wall Street memperkirakan logam mulia tersebut bisa naik hingga 20 persen dalam satu tahun ke depan.

Pendorongnya mulai dari pembelian bank sentral, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, hingga permintaan investor yang tetap kuat. Dengan harga emas sekitar 4.188 dolar AS per ons pada pada Kamis (27/11) malam, reli sepanjang tahun yang mencapai 57 persen menjadi latar proyeksi tersebut.

1. Bank of America prediksi emas bisa sentuh 5.000 dolar AS

Logo Bank of America (bankofamerica.com)

Bank of America (BofA) memperkirakan harga emas dapat menyentuh 5.000 dolar AS per ons tahun depan, atau naik 19 persen dari posisi saat ini. Dalam catatan terbaru, bank tersebut menyebut faktor-faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas masih bertahan, termasuk defisit belanja AS dan kebijakan makro Presiden Donald Trump yang mereka sebut sebagai “unorthodox macro policies.”

“Harga emas berhenti naik hanya ketika faktor pendorong dasarnya berubah… Untuk saat ini, banyak dari faktor tersebut masih ada, sehingga kami melihat dukungan untuk emas,” tulis BofA, dilansir Business Insider.

Para analis juga menyampaikan, meskipun terjadi koreksi harga, emas masih underinvested untuk jangka panjang.

2. Goldman Sachs lihat emas bisa capai 4.900 dolar AS

Goldman Sachs (goldmansachs.com)

Co-head Global Commodities Research Goldman Sachs, Daan Struyven mengatakan kepada Bloomberg, harga emas dapat mencapai 4.900 dolar AS pada akhir tahun depan, atau naik sekitar 17 persen. Ia menilai kenaikan tersebut didorong oleh dua faktor utama yang masih akan berlanjut.

Pertama, pembelian emas oleh bank sentral meningkat signifikan sejak pembekuan cadangan Rusia pada 2022. “Mereka perlu melakukan diversifikasi ke emas, yang merupakan satu-satunya aset aman sejati ketika disimpan di brankas domestik,” ujar Struyven.

Kedua, ekspektasi pemangkasan suku bunga. The Fed diperkirakan memangkas sekitar 75 basis poin tahun depan, yang menurut Struyven akan mendorong minat pada aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Ia menambahkan, permintaan dari investor individu juga bisa meningkat, terutama terkait apa yang disebut sebagai debasement trade.

“Saya pikir intuisi utama untuk besarnya potensi kenaikan harga dari diversifikasi sektor swasta adalah bahwa pasar emas relatif kecil… Ini alasan lain mengapa emas menjadi rekomendasi komoditas jangka panjang favorit kami,” ujar Struyven.

3. Proyeksi dari Deutsche Bank dan HSBC

HSBC (hsbc.co.id)

Deutsche Bank memperkirakan harga emas dapat mencapai 4.950 dolar AS pada 2026, dengan skenario dasar di sekitar 4.450 dolar AS per ons. Dalam laporan terbaru, analis Michael Hsueh menilai arus investasi telah stabil dan sejumlah sinyal teknikal menunjukkan koreksi posisi telah selesai.

Hsueh menambahkan, permintaan dari bank sentral dan investor ETF diperkirakan tetap solid. Namun, ia memberi catatan adanya risiko jika pasar saham mengalami koreksi lebih dalam, jika pemangkasan suku bunga The Fed lebih kecil dari perkiraan, atau jika ketegangan geopolitik mereda.

HSBC memiliki proyeksi yang lebih moderat, yakni kisaran 3.600–4.400 dolar AS pada 2026. Chief Precious Metals Analyst HSBC, James Steel menulis, “Kemungkinan adanya perubahan besar dan mungkin permanen dalam lanskap geopolitik… tampaknya akan berlanjut.”

Namun, Steel menilai reli emas bisa melambat pada paruh kedua 2026 karena faktor seperti meningkatnya pasokan, potensi melemahnya permintaan fisik, dan pembelian bank sentral yang mungkin menurun di atas level 4.000 dolar AS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team