Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Eric Hermawan, menilai realisasi APBN 2025 yang menunjukkan pelebaran defisit menjadi sinyal kuat adanya tekanan struktural dalam pengelolaan fiskal nasional.
Ia turut menyoroti realisasi pendapatan negara yang hanya mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target Rp3.005,1 triliun, di tengah belanja negara yang tetap tinggi sebesar Rp3.451,4 triliun. Kondisi ini mendorong defisit melebar menjadi Rp695,1 triliun atau sekitar 2,92 persen terhadap PDB, mendekati ambang batas 3 persen sesuai undang-undang.
Pemerintah belum lama ini memastikan tetap berkomitmen untuk menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
