Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bakal Jadi Alternatif Pengganti LPG, Apa Itu CNG?
Pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG). (Dok. PGN).
  • Pemerintah tengah mengkaji Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG untuk mengurangi ketergantungan impor dan memanfaatkan potensi gas alam dalam negeri.
  • CNG digunakan di sektor transportasi, industri, dan rumah tangga karena dinilai lebih efisien, ekonomis, serta menghasilkan emisi yang lebih rendah dibanding bahan bakar konvensional.
  • Kelebihan CNG mencakup harga stabil dan ramah lingkungan, namun tantangannya terletak pada keterbatasan infrastruktur pengisian serta kebutuhan tangki bertekanan tinggi untuk penyimpanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kebutuhan akan energi yang kian meningkat mendorong berbagai inovasi di sektor bahan bakar. Salah satu yang kini mulai dikaji pemerintah adalah Compressed Natural Gas (CNG).

Dengan kandungan gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, CNG dibidik sebagai salah satu alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang selama ini ketergantungan impornya tinggi. Lantas, apa sebenarnya CNG?

1. Mengenal CNG dan perbedaannya dengan LPG dan LNG

Penyuntikan gas dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) sebagai solusi sementara saat pemeliharaan sumur CPP di Gundih, Blora. (Dok. PGN)

Dikutip dari situs web PGN, CNG adalah bentuk gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, biasanya di atas 200 bar. Proses kompresi dilakukan untuk mempermudah penyimpanan serta penyaluran bahan bakar tersebut melalui transportasi.

Gas alam sendiri merupakan campuran hidrokarbon yang terdiri dari metana, etana, propana, dan butana, di mana untuk CNG, kandungan metana yang terkandung di dalamnya mencapai lebih dari 95 persen.

CNG, LPG, dan LNG sering kali dibahas dalam konteks yang serupa. Meski demikian, ketiganya merupakan produk yang berbeda dari segi karakteristik fisik maupun mekanisme penyimpanannya.

LPG merupakan campuran propana dan butana yang disimpan dalam wujud cair pada tekanan serta suhu tertentu. Sementara itu, Liquefied Natural Gas (LNG) adalah gas alam yang didinginkan hingga suhu sangat rendah agar berubah menjadi bentuk cair, sehingga memudahkan proses pengangkutan.

Perbedaan utama di antara ketiganya terletak pada kondisi fisik dan tekanan penyimpanannya. Jika CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, LPG justru berbentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. Berbeda lagi dengan LNG yang diangkut dalam wujud cair pada suhu yang sangat rendah.

2. Beragam kegunaan CNG di berbagai sektor

Pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG). (Dok. PGN).

Pemanfaatan CNG cukup luas, mencakup sektor transportasi hingga kebutuhan rumah tangga. Berikut adalah beberapa sektor yang telah menggunakan CNG:

Transportasi: Sebagai bahan bakar alternatif, CNG umum digunakan untuk kendaraan bermotor, terutama pada bus dan truk. Penggunaan CNG dinilai mampu menekan emisi gas buang dibandingkan bahan bakar konvensional, karena menghasilkan jumlah oksida nitrogen dan partikulat yang lebih sedikit, sehingga membantu menjaga kualitas udara.

Sektor Industri: Industri memanfaatkan CNG sebagai sumber energi untuk berbagai proses manufaktur. Sifatnya yang bersih dan efisien menjadikan CNG pilihan yang lebih ramah lingkungan serta ekonomis dalam memenuhi kebutuhan energi di lingkup industri.

Rumah Tangga: Tak hanya industri dan transportasi, beberapa rumah tangga mulai melirik CNG sebagai opsi untuk keperluan memasak dan pemanasan air karena dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi dan memiliki dampak lingkungan yang lebih baik.

3. Kelebihan dan kekurangan CNG

Penyuntikan gas dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) sebagai solusi sementara saat pemeliharaan sumur CPP di Gundih, Blora. (Dok. PGN)

Sebelum beralih menggunakan CNG, penting untuk memahami apa saja sisi positif dan tantangan yang menyertainya.

Kelebihan:

  • CNG menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil konvensional, sehingga berdampak positif dalam mengurangi polusi udara.

  • Harga CNG cenderung lebih stabil karena gas alam tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi pasar minyak dunia.

  • Sebagai sumber energi yang melimpah, CNG dianggap sebagai opsi yang lebih berkelanjutan.

Kekurangan:

  • Aksesibilitas CNG masih terkendala oleh minimnya infrastruktur pengisian di beberapa wilayah.

  • Karena harus dikompresi pada tekanan tinggi, CNG membutuhkan tangki penyimpanan yang cukup besar, terutama pada kendaraan bermotor.

Editorial Team