Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi desil tingkat kesejahteraan masyarakat
ilustrasi desil tingkat kesejahteraan masyarakat (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Desil adalah metode pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

  • Dalam DTSEN, masyarakat Indonesia diklasifikasikan ke dalam sepuluh kategori desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

  • Desil tidak hanya berfungsi sebagai alat klasifikasi statistik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam keseluruhan sistem penyaluran bantuan sosial di Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan sistem desil sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial (bansos) tahun 2026. Sistem ini mengacu pada data sosial ekonomi masyarakat yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengukur tingkat kesejahteraan setiap rumah tangga. Melalui mekanisme tersebut, penduduk dibagi ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kondisi ekonomi, mulai dari kategori paling miskin hingga paling sejahtera.

Penentuan desil menjadi krusial karena memengaruhi jenis bantuan, besaran bantuan, hingga peluang lolos verifikasi sebagai penerima bansos. Tidak sedikit masyarakat yang masih bingung mengenai posisi desilnya dan bagaimana dampaknya terhadap hak menerima bantuan.

Lalu, apa sebenarnya desil itu, bagaimana pembagiannya, serta bagaimana pengaruhnya terhadap bansos 2026? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Memahami konsep desil dalam sistem kesejahteraan sosial

ilustrasi desil tingkat kesejahteraan masyarakat (freepik.com/freepik)

Desil adalah metode pembagian masyarakat ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Setiap kelompok mewakili sepuluh persen dari total populasi, mulai dari yang paling rentan secara ekonomi hingga yang paling mapan. Dalam konteks kebijakan sosial di Indonesia, desil dipakai untuk memetakan kondisi ekonomi rumah tangga secara lebih objektif.

Penentuan desil tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah menghitungnya berdasarkan sejumlah indikator, seperti pendapatan per kapita, kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, akses air bersih dan listrik, hingga tingkat pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga. Semakin rendah angka desil, semakin tinggi tingkat kebutuhan ekonominya. Sebaliknya, semakin tinggi desil, semakin stabil kondisi finansial rumah tangga tersebut.

2. Rincian 10 tingkatan desil berdasarkan DTSEN

ilustrasi desil tingkat kesejahteraan masyarakat (freepik.com/d3images)

Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat Indonesia diklasifikasikan ke dalam sepuluh kategori desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Pengelompokan ini dilakukan melalui analisis berbagai indikator sosial ekonomi agar pemerintah memiliki gambaran menyeluruh tentang kondisi riil masyarakat. Dengan sistem ini, kebijakan bantuan sosial dapat dirancang secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan setiap lapisan ekonomi.

Berikut pembagian 10 kategori desil dalam DTSEN:

a. Desil 1: sangat miskin

Kelompok ini berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem dengan keterbatasan yang sangat signifikan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal layak. Pendapatan rumah tangga cenderung tidak tetap, bahkan sebagian besar bergantung pada pekerjaan informal dengan penghasilan minim. Karena tingkat kerentanannya sangat tinggi, desil 1 menjadi prioritas utama dalam hampir seluruh program bantuan sosial pemerintah.

b. Desil 2: miskin

Masyarakat pada kategori ini masih berada di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan nasional, dengan pendapatan yang belum cukup stabil untuk menjamin keamanan ekonomi jangka panjang. Mereka sangat rentan terhadap perubahan harga kebutuhan pokok, kenaikan biaya pendidikan, maupun kondisi darurat kesehatan. Oleh sebab itu, kelompok ini tetap menjadi sasaran utama berbagai program bansos reguler yang bersifat berkelanjutan.

c. Desil 3: hampir miskin

Kelompok hampir miskin memiliki kondisi ekonomi yang sedikit lebih baik dibanding desil 2, tetapi tetap berada dalam posisi yang rawan terhadap tekanan ekonomi. Peristiwa seperti pemutusan hubungan kerja, gagal panen, atau sakit berat dapat dengan cepat menurunkan kondisi finansial mereka ke level kemiskinan. Karena tingkat kerentanannya masih tinggi, penerimaan bansos bagi desil ini biasanya bersifat selektif dan mempertimbangkan kondisi spesifik rumah tangga.

d. Desil 4: rentan miskin

Kelompok ini umumnya sudah memiliki sumber pendapatan yang relatif stabil, tetapi belum sepenuhnya memiliki daya tahan ekonomi yang kuat terhadap krisis. Ketika terjadi bencana alam, inflasi tinggi, atau gangguan ekonomi nasional, mereka dapat terdampak secara signifikan. Bantuan bagi desil 4 biasanya bersifat situasional dan diberikan dalam kondisi tertentu yang memerlukan intervensi negara.

e. Desil 5: menengah bawah

Desil 5 sering disebut sebagai kelompok pas-pasan karena meskipun memiliki pekerjaan tetap dan pendapatan rutin, kondisi keuangan mereka masih terbatas untuk kebutuhan jangka panjang. Mereka biasanya mampu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum memiliki tabungan atau aset yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat besar. Dalam beberapa program tertentu, kelompok ini masih memiliki peluang menerima bantuan meski tidak menjadi prioritas utama.

f. Desil 6: menengah

Kelompok ini tergolong cukup stabil secara ekonomi dengan pendapatan yang relatif konsisten dan akses terhadap layanan dasar yang memadai. Mereka umumnya memiliki pekerjaan tetap, tempat tinggal layak, serta kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga tanpa ketergantungan bantuan rutin. Karena kondisi tersebut, desil 6 tidak termasuk dalam prioritas penerima bansos reguler.

g. Desil 7: menengah atas

Desil 7 menunjukkan kondisi ekonomi yang sudah cukup mapan dengan kepemilikan aset dan penghasilan yang lebih tinggi dibanding kelompok menengah bawah. Risiko jatuh miskin dalam kondisi normal relatif kecil karena mereka memiliki cadangan ekonomi dan akses sumber daya yang memadai. Kelompok ini tidak menjadi sasaran program bantuan sosial pemerintah.

h. Desil 8: sejahtera

Kelompok ini berada dalam kategori sejahtera dengan tingkat pendapatan dan kepemilikan aset yang baik serta akses luas terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Kebutuhan dasar maupun sekunder umumnya dapat dipenuhi tanpa hambatan berarti. Oleh karena itu, mereka tidak termasuk dalam prioritas program bansos.

i. Desil 9: sangat sejahtera

Masyarakat dalam kategori ini memiliki kondisi ekonomi yang sangat baik dengan penghasilan tinggi dan stabil. Mereka biasanya memiliki lebih dari satu sumber pendapatan serta aset yang signifikan. Secara otomatis, kelompok ini tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan sosial.

j. Desil 10: paling sejahtera

Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam populasi nasional. Kondisi finansial mereka sangat mapan dan memiliki kapasitas ekonomi yang kuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik primer maupun tersier. Kelompok ini sepenuhnya berada di luar sasaran kebijakan bansos rutin.

Melalui pembagian yang rinci ini, pemerintah dapat mengidentifikasi tingkat kebutuhan masyarakat secara lebih presisi dan berbasis data. Sistem desil membantu memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan dukungan negara. Dengan pendekatan berbasis data tersebut, kebijakan sosial diharapkan semakin efektif dan berkeadilan.

3. Fungsi desil dalam menentukan penyaluran bansos

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Desil tidak hanya berfungsi sebagai alat klasifikasi statistik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam keseluruhan sistem penyaluran bantuan sosial di Indonesia. Keberadaan desil membantu pemerintah merancang kebijakan yang berbasis bukti dan kondisi riil masyarakat di lapangan. Dengan sistem ini, proses penentuan penerima bantuan menjadi lebih transparan, terukur, dan akuntabel.

Berikut beberapa peran penting desil dalam penyaluran bansos:

a. Menentukan kelayakan penerima bansos

Setiap program bantuan sosial memiliki ambang batas desil tertentu yang menjadi syarat administratif sebelum bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat. Misalnya, program utama seperti PKH umumnya memprioritaskan rumah tangga pada desil 1 dan 2 karena dianggap paling membutuhkan intervensi negara. Mekanisme ini membuat proses seleksi penerima bansos lebih objektif dan mengurangi potensi subjektivitas dalam penentuan sasaran.

b. Menentukan jenis bantuan yang diterima

Kategori desil berpengaruh terhadap jenis bantuan yang dapat diakses oleh suatu rumah tangga, baik berupa bantuan tunai, sembako, maupun subsidi layanan kesehatan. Rumah tangga pada desil terendah biasanya memperoleh paket bantuan yang lebih lengkap karena tingkat kebutuhannya lebih tinggi. Sementara itu, kelompok desil menengah bawah mungkin hanya mendapatkan bantuan tertentu sesuai kebijakan masing-masing program.

c. Menentukan besaran bantuan yang diberikan

Selain jenis bantuan, besaran atau nominal bantuan yang diterima juga dapat dipengaruhi oleh kategori desil. Keluarga dengan kondisi paling rentan umumnya memperoleh nilai bantuan yang lebih besar agar dapat menutup kesenjangan kebutuhan dasar. Skema ini dirancang agar distribusi anggaran negara dilakukan secara proporsional dan sesuai tingkat kerentanan ekonomi.

d. Menjadi dasar pemutakhiran dan evaluasi data

Kondisi ekonomi masyarakat bersifat dinamis sehingga data desil perlu diperbarui secara berkala melalui proses verifikasi dan validasi. Ketika pendapatan meningkat atau kondisi ekonomi membaik, posisi desil suatu keluarga dapat berubah. Proses pemutakhiran ini memastikan bahwa sistem bansos tetap relevan dan mencerminkan situasi terkini di lapangan.

e. Mengurangi risiko salah sasaran bantuan

Dengan sistem klasifikasi berbasis indikator sosial ekonomi, risiko bantuan jatuh kepada pihak yang tidak berhak dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah dapat melakukan pengecekan silang menggunakan berbagai data administratif untuk memastikan akurasi informasi. Transparansi berbasis data ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan sosial.

Secara keseluruhan, desil menjadi instrumen strategis dalam tata kelola bantuan sosial nasional. Sistem ini membantu negara memprioritaskan anggaran secara lebih efektif serta memastikan keberpihakan kepada kelompok rentan. Dengan penguatan data dan pengawasan yang konsisten, penyaluran bansos diharapkan semakin tepat sasaran dan berkeadilan.

4. Dampak kategori desil terhadap bansos 2026

Potret uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Kategori desil akan sangat menentukan peluang masyarakat dalam menerima bansos pada 2026. Pemerintah tetap menjadikan DTSEN sebagai rujukan utama dalam menetapkan sasaran program sosial. Karena itu, memahami posisi desil menjadi penting agar masyarakat tidak salah persepsi terkait status penerimaan bantuan.

Berikut gambaran umum pengaruh desil terhadap bansos 2026:

  • Desil 1–4 berpeluang menerima Program Keluarga Harapan (PKH)

  • Desil 1–5 berhak atas Program Sembako atau BPNT

  • Desil 1–5 dapat menerima Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)

  • Desil 1–5 berpotensi memperoleh bantuan ATENSI sesuai hasil asesmen

  • Desil 6–10 umumnya tidak menjadi prioritas bansos rutin

Meski demikian, status desil bukan satu-satunya faktor penentu. Verifikasi dan validasi lapangan tetap dilakukan untuk memastikan data sesuai kondisi nyata. Dengan mekanisme ini, pemerintah berupaya menjaga agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

5. Kriteria masyarakat yang tidak berhak menerima bansos

ilustrasi PNS (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Tidak semua masyarakat yang tercatat dalam desil rendah otomatis menerima bansos. Pemerintah tetap menerapkan sejumlah kriteria tambahan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan atau ketidaktepatan penerima.

Berikut kondisi yang membuat seseorang dinyatakan tidak layak menerima bansos:

  • Data kependudukan tidak valid atau tidak terverifikasi

  • Alamat atau identitas tidak ditemukan dalam sistem

  • Penerima telah meninggal dunia

  • Berstatus ASN, TNI, Polri, atau pejabat negara

  • Pegawai BUMN atau BUMD

  • Anggota keluarga inti bekerja di sektor tersebut

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga prinsip keadilan sosial. Bantuan difokuskan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan negara. Dengan penyaringan ini, peluang terjadinya salah sasaran dapat ditekan.

6. Panduan cek status desil bansos 2026 secara online

Aplikasi cek bansos kemensos (cekbansoskemensosonline.com)

Masyarakat dapat mengecek status desil bansos 2026 secara mandiri melalui layanan resmi dari Kementerian Sosial. Pengecekan ini penting agar kamu mengetahui apakah termasuk dalam kategori penerima bantuan atau tidak. Saat ini, tersedia dua jalur resmi yang bisa digunakan, yakni melalui aplikasi dan situs web.

Cara cek lewat aplikasi Cek Bansos:

  1. Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store

  2. Daftar akun baru atau login menggunakan NIK

  3. Unggah foto KTP dan swafoto sesuai instruksi

  4. Masuk ke menu Profil untuk melihat kategori desil

  5. Buka menu Cek Bansos untuk mengetahui status bantuan

Cara cek lewat situs resmi Kemensos:

  1. Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id

  2. Pilih wilayah sesuai KTP (provinsi hingga desa/kelurahan)

  3. Masukkan nama lengkap sesuai KTP

  4. Ketik kode captcha yang tersedia

  5. Klik Cari Data untuk melihat hasil

Jika terdaftar, sistem akan menampilkan jenis bansos yang diterima beserta kategori desilnya. Jika belum terdaftar, masyarakat bisa mengusulkan data atau melakukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia. Dengan akses digital ini, proses pengecekan menjadi lebih transparan, mudah, dan dapat dilakukan kapan saja.

Pada akhirnya, desil bukan sekadar angka statistik yang tercantum dalam data pemerintah, melainkan instrumen penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran. Dengan memahami posisi desil dan mekanisme penyaluran bansos, masyarakat bisa lebih proaktif mengecek statusnya sekaligus memastikan data tetap valid dan terbarui. Jadi, sebelum bansos 2026 disalurkan, pastikan kamu sudah mengetahui kategori desil dan hak yang bisa diakses sesuai ketentuan yang berlaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team