ilustrasi desil tingkat kesejahteraan masyarakat (freepik.com/d3images)
Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat Indonesia diklasifikasikan ke dalam sepuluh kategori desil berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Pengelompokan ini dilakukan melalui analisis berbagai indikator sosial ekonomi agar pemerintah memiliki gambaran menyeluruh tentang kondisi riil masyarakat. Dengan sistem ini, kebijakan bantuan sosial dapat dirancang secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan setiap lapisan ekonomi.
Berikut pembagian 10 kategori desil dalam DTSEN:
a. Desil 1: sangat miskin
Kelompok ini berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem dengan keterbatasan yang sangat signifikan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal layak. Pendapatan rumah tangga cenderung tidak tetap, bahkan sebagian besar bergantung pada pekerjaan informal dengan penghasilan minim. Karena tingkat kerentanannya sangat tinggi, desil 1 menjadi prioritas utama dalam hampir seluruh program bantuan sosial pemerintah.
b. Desil 2: miskin
Masyarakat pada kategori ini masih berada di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan nasional, dengan pendapatan yang belum cukup stabil untuk menjamin keamanan ekonomi jangka panjang. Mereka sangat rentan terhadap perubahan harga kebutuhan pokok, kenaikan biaya pendidikan, maupun kondisi darurat kesehatan. Oleh sebab itu, kelompok ini tetap menjadi sasaran utama berbagai program bansos reguler yang bersifat berkelanjutan.
c. Desil 3: hampir miskin
Kelompok hampir miskin memiliki kondisi ekonomi yang sedikit lebih baik dibanding desil 2, tetapi tetap berada dalam posisi yang rawan terhadap tekanan ekonomi. Peristiwa seperti pemutusan hubungan kerja, gagal panen, atau sakit berat dapat dengan cepat menurunkan kondisi finansial mereka ke level kemiskinan. Karena tingkat kerentanannya masih tinggi, penerimaan bansos bagi desil ini biasanya bersifat selektif dan mempertimbangkan kondisi spesifik rumah tangga.
d. Desil 4: rentan miskin
Kelompok ini umumnya sudah memiliki sumber pendapatan yang relatif stabil, tetapi belum sepenuhnya memiliki daya tahan ekonomi yang kuat terhadap krisis. Ketika terjadi bencana alam, inflasi tinggi, atau gangguan ekonomi nasional, mereka dapat terdampak secara signifikan. Bantuan bagi desil 4 biasanya bersifat situasional dan diberikan dalam kondisi tertentu yang memerlukan intervensi negara.
e. Desil 5: menengah bawah
Desil 5 sering disebut sebagai kelompok pas-pasan karena meskipun memiliki pekerjaan tetap dan pendapatan rutin, kondisi keuangan mereka masih terbatas untuk kebutuhan jangka panjang. Mereka biasanya mampu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi belum memiliki tabungan atau aset yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat besar. Dalam beberapa program tertentu, kelompok ini masih memiliki peluang menerima bantuan meski tidak menjadi prioritas utama.
f. Desil 6: menengah
Kelompok ini tergolong cukup stabil secara ekonomi dengan pendapatan yang relatif konsisten dan akses terhadap layanan dasar yang memadai. Mereka umumnya memiliki pekerjaan tetap, tempat tinggal layak, serta kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga tanpa ketergantungan bantuan rutin. Karena kondisi tersebut, desil 6 tidak termasuk dalam prioritas penerima bansos reguler.
g. Desil 7: menengah atas
Desil 7 menunjukkan kondisi ekonomi yang sudah cukup mapan dengan kepemilikan aset dan penghasilan yang lebih tinggi dibanding kelompok menengah bawah. Risiko jatuh miskin dalam kondisi normal relatif kecil karena mereka memiliki cadangan ekonomi dan akses sumber daya yang memadai. Kelompok ini tidak menjadi sasaran program bantuan sosial pemerintah.
h. Desil 8: sejahtera
Kelompok ini berada dalam kategori sejahtera dengan tingkat pendapatan dan kepemilikan aset yang baik serta akses luas terhadap pendidikan dan layanan kesehatan. Kebutuhan dasar maupun sekunder umumnya dapat dipenuhi tanpa hambatan berarti. Oleh karena itu, mereka tidak termasuk dalam prioritas program bansos.
i. Desil 9: sangat sejahtera
Masyarakat dalam kategori ini memiliki kondisi ekonomi yang sangat baik dengan penghasilan tinggi dan stabil. Mereka biasanya memiliki lebih dari satu sumber pendapatan serta aset yang signifikan. Secara otomatis, kelompok ini tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan sosial.
j. Desil 10: paling sejahtera
Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam populasi nasional. Kondisi finansial mereka sangat mapan dan memiliki kapasitas ekonomi yang kuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik primer maupun tersier. Kelompok ini sepenuhnya berada di luar sasaran kebijakan bansos rutin.
Melalui pembagian yang rinci ini, pemerintah dapat mengidentifikasi tingkat kebutuhan masyarakat secara lebih presisi dan berbasis data. Sistem desil membantu memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan dukungan negara. Dengan pendekatan berbasis data tersebut, kebijakan sosial diharapkan semakin efektif dan berkeadilan.