Jakarta, IDN Times - Flipping disebut sebagai strategi investasi jangka pendek yang dilakukan dengan membeli aset lalu menjualnya kembali dalam waktu singkat untuk meraih keuntungan. Strategi ini kerap dikaitkan dengan sektor properti dan saham penawaran umum perdana (IPO).
Meski begitu, flipping juga dapat diterapkan pada aset lain seperti kendaraan hingga aset digital. Keberhasilan flipping ditentukan oleh kondisi pasar, ketepatan waktu, dan strategi yang digunakan, dengan risiko penurunan nilai jika aset belum sempat dijual.
