Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa itu Kebijakan Moneter? Ini Jenis, Tujuan, dan Instrumennya
ilustrasi kebijakan moneter (Freepik.com/nafan1980)
  • Kebijakan moneter adalah langkah bank sentral mengatur jumlah uang beredar untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memengaruhi suku bunga dan aktivitas ekonomi nasional.
  • Terdapat dua jenis kebijakan moneter: kontraktif untuk menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga, dan ekspansif untuk mendorong pertumbuhan saat resesi dengan menurunkan suku bunga.
  • Instrumen utama kebijakan moneter meliputi operasi pasar terbuka, pengaturan suku bunga, rasio cadangan wajib, serta imbauan moral guna mengontrol jumlah uang beredar dan kestabilan harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bank Indonesia bisa mengatur banyaknya uang di negara supaya harga barang tidak naik terus. Kalau harga naik, mereka bisa buat bunga jadi tinggi. Kalau ekonomi lemah, mereka bisa turunkan bunga supaya orang mau belanja dan kerjaan tambah banyak. Semua itu biar ekonomi tetap aman dan orang hidup lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebijakan moneter adalah cara yang digunakan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar di suatu negara. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi negara. 

Salah satu upayanya yaitu dengan cara mengendalikan inflasi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu kebijakan moneter, jenis, tujuan, hingga instrumennya, ikuti terus informasinya hingga akhir, ya. 

1. Apa itu kebijakan moneter?

ilustrasi inflasi (Freepik.com/subsri13)

Kebijakan moneter adalah proses mengatur jumlah uang di suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menahan inflasi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan perekonomian. Kebijakan ini dapat mencakup pengaturan suku bunga, persyaratan modal untuk bank, atau berperan sebagai pemberi pinjaman terakhir. 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas atau keseimbangan ekonomi, baik itu secara internal (pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga) maupun eksternal (keseimbangan neraca pembayaran). 

Jika terjadi ketidakstabilan ekonomi, kebijakan moneter dapat digunakan untuk pemulihan. Kebijakan moneter memiliki pengaruh yang kuat terhadap suku bunga perekonomian, termasuk suku bunga pinjaman dan simpanan yang dihadapi oleh rumah tangga dan dunia usaha. Pada gilirannya, suku bunga ini mempengaruhi aktivitas ekonomi, lapangan kerja dan inflasi.

Contoh kebijakan moneter di Indonesia adalah ketika Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi saat harga-harga sedang meningkat.

2. Jenis-jenis kebijakan moneter

Ilustrasi Suku Bunga (IDN Times/Aditya Pratama)

Melansir Investopedia, kebijakan moneter dibagi menjadi dua jenis, yakni kebijakan moneter kontraktif dan ekspansif. Berikut penjelasannya.

1. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary contractive policy)

Kebijakan Moneter Kontraktif adalah langkah untuk menaikkan suku bunga dan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan ini diterapkan saat terjadi inflasi dalam perekonomian.

2. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)

Kebalikan dari kebijakan kontraktif, monetary contractive policy justru dilakukan dengan cara menurunkan suku bunga, membuat tabungan kurang menarik, dan mendorong kegiatan belanja serta pinjaman konsumen. Biasanya kebijakan ini diterapkan selama masa perlambatan atau resesi.

3. Tujuan kebijakan moneter

ilustrasi nilai tukar mata uang (Freepik.com/kono32)

Selain untuk memulihkan ekonomi agar tetap stabil, kebijakan moneter juga memiliki beberapa tujuan lainnya, antara lain yaitu:

  • Menjaga stabilitas mata uang, dengan kondisi inflasi yang rendah dan stabil untuk menjaga nilai atau daya beli uang secara berkala.
  • Mengurangi pengangguran, kebijakan moneter ekspansif dapat mengurangi pengangguran dengan meningkatkan jumlah uang beredar dan menurunkan suku bunga, sehingga bisnis berkembang dan lapangan kerja bertambah.
  • Memengaruhi nilai tukar, ketika jumlah uang beredar meningkat, nilai mata uang domestik menjadi lebih rendah dibandingkan mata uang asing.
    Menyeimbangkan neraca pembayaran internasional, dengan cara pemerintah melakukan devaluasi.

4. Instrumen kebijakan moneter

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebagai upaya dalam menjaga harga tetap stabil, penerapan kebijakan moneter perlu dilakukan dengan menggunakan instrumen atau alat kebijakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa instrumen utama kebijakan moneter adalah:

  1. Operasi Pasar Terbuka (OPT): Operasi pasar terbuka atau Open Market Operations (OMO) adalah instrumen kebijakan moneter tidak langsung dengan cara membeli atau menjual obligasi untuk mengatur jumlah uang dan surat berharga di perekonomian. Tujuannya untuk memengaruhi suku bunga jangka pendek.

  2. Suku Bunga: Bank sentral dapat menaikkan atau menurunkan suku bunga (disebut juga sebagai tingkat diskonto atau discount rate), yang memengaruhi ketersediaan pinjaman oleh bank.

  3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Rewuirement Ratio): Otoritas dapat mengubah jumlah dana yang harus disimpan oleh bank. Menurunkan persyaratan ini memungkinkan bank memberikan lebih banyak pinjaman, sementara menaikkannya membatasi pinjaman dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

  4. Imbauan Moral (Moral Suasion): instrumen kebijakan moneter kualitatif di mana Bank Sentral (seperti Bank Indonesia) berusaha mengendalikan jumlah uang beredar dan mengatur kebijakan perbankan tanpa menggunakan aturan hukum atau paksaan fisik.

Demikian ulasan mengenai kebijakan moneter, mulai dari definisi, jenis-jenis, tujuan, serta instrumen atau alat-alatnya. Bagaimana, sekarang kamu sudah lebih mengenal apa itu kebijakan moneter ya?

Penulis: Muti’ah Nur Rahmah

FAQ Seputar apa itu kebijakan moneter

Apa yang dimaksud dengan kebijakan moneter?

Kebijakan moneter adalah langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral (seperti Bank Indonesia) untuk mengatur jumlah uang yang beredar dan tingkat suku bunga demi menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Siapa yang berwenang mengambil kebijakan moneter di Indonesia?

Otoritas tertinggi yang berwenang merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral negara.

Apa perbedaan kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif?

Ekspansif bertujuan meningkatkan jumlah uang beredar dengan menurunkan suku bunga (saat resesi). Sedangkan kontraktif bertujuan mengurangi uang beredar dengan menaikkan suku bunga (saat inflasi tinggi).

Apa dampak kebijakan moneter terhadap masyarakat?

Kebijakan moneter memengaruhi bunga kredit (KPR/kendaraan) dan tabungan, mengontrol harga barang sehari-hari agar tidak melonjak akibat inflasi, serta menjaga ketersediaan lapangan kerja.

Editorial Team

Related Article