Pixabay/StartupStockPhotos
Umumnya, bagian-bagian yang harus ada dalam laporan keuangan konsolidasi sama dengan laporan keuangan biasa. Yaitu adanya laporan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.
Di Indonesia, dalam menyusun laporan keuangan harus sesuai dengan standar pelaporan keuangan Indonesia yaitu PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan).
Untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi dengan mensejajarkan laporan keuangan entitas induk dan laporan keuangan anak perusahaan pada sebuah kertas kerja konsolidasi. Dalam hal ini Anda bisa mencobanya dengan Microsoft Excel maupun aplikasi akuntansi khusus yang memiliki fitur tersebut.
Kemudian yang harus diperhatikan adalah perlu penyesuaian dari tiap saldo akun tertentu. Dalam hal ini, penyesuaian harus dilakukan dengan teliti sehingga data yang dihasilkan juga akurat dan tidak terdapat kesalahan.
Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti dalam membuat laporan keuangan konsolidasi:
- Yang pertama adalah, periksa laporan keuangan entitas induk dan juga anak perusahaan dengan keseluruhan transaksi. Identifikasi jika terdapat kesalahan dalam pencatatan, kemudian apabila diperlukan koreksi maka lakukan penyesuaian.
- Sesuaikan laporan dalam melakukan eliminasi terhadap laba rugi antara induk perusahaan dan anak perusahaan.
- Eliminasi dividen dan pendapatan anak perusahaan, kemudian pindahkan saldo akun investasi dari anak perusahaan ke saldo awal periode.
- Lakukan penyesuaian untuk membuat catatan keuangan dari bagian kepentingan non pengendali atas laba dan dividen dari anak perusahaan.
- Pada laporan entitas anak, eliminasi saldo resiprokal investment yang sebelumnya dilaporkan di dalam laporan keuangan induk perusahaan. Kemudian eliminasi pula ekuitas yang sebelumnya di laporkan di dalam laporan keuangan anak perusahaan.
- Apabila terjadi selisih nilai wajar, maka dilakukan alokasi dan amortisasi.
- Lakukan eliminasi pada saldo-saldo resiprokal lainnya, seperti akun hutang, piutang, pendapatan beban, dan lain-lain.