Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arus Balik H+2 Lebaran, 37 Ribu Kendaraan Tinggalkan Sumatra
Antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni saat arus balik Lebaran 2026. (dok. ASDP Indonesia Ferry)
  • ASDP mencatat 50.631 penumpang dan 12.654 kendaraan menyeberang dari Sumatra ke Jawa pada H+2 Lebaran, dengan total kumulatif 142 ribu orang dan 37 ribu kendaraan telah tinggalkan Sumatra.
  • Pergerakan arus balik baru mencapai sekitar 15 persen dari total trafik mudik, dan ASDP memproyeksikan peningkatan signifikan dalam beberapa hari mendatang seiring pemudik memilih kembali lebih awal.
  • Untuk mengurai kepadatan, ASDP menyiapkan hingga 33 kapal per hari, menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat, serta memanfaatkan buffer zone dan sistem verifikasi tiket di sejumlah titik strategis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat trafik penumpang dan kendaraan yang menyeberang di arus balik Lebaran dari Sumatra menuju Jawa mulai meningkat.

Hingga hari ini, Selasa (24/3/2026) (H+2) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 50.631 orang atau naik 53,5 persen.

Sementara total kendaraan mencapai 12.654 unit atau meningkat 48,1 persen.

1. Sebanyak 142 ribu kendaraan sudah tinggalkan Sumatra menuju Jawa

Antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan saat arus balik Lebaran 2026. (dok. ASDP Indonesia Ferry)

Secara kumulatif, pergerakan arus balik hingga H+2 mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau sekitar 15 persen dari total trafik arus mudik.

“Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo dikutip dari keterangan resmi.

Data H-10 hingga H+1 menunjukkan. total penumpang dari Sumatra ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau meningkat 19,7 persen.

Sementara itu, dari Jawa ke Sumatra, total penumpang mencapai 995.119 orang atau naik 1,5 persen, dengan total kendaraan 262.986 unit atau meningkat 5,9 persen.

2. Tren arus balik diperkirakan masih meningkat

Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. (dok. ASDP Indonesia Ferry)

ASDP memproyeksikan pergerakan kendaraan akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Hal itu terlihat dari capaian arus balik yang sudah menyentuh 15 persen dari total trafik mudik.

Peningkatan terjadi seiring pemudik yang memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan pada puncak arus balik.

Selain itu, pemudik juga disarankan merencanakan perjalanan lebih awal agar proses penyeberangan berjalan lancar.

3. ASDP siapkan 4 strategi buat urai kepadatan di arus balik

Puncak arus balik dari Sumatra ke Jawa diprediksi terjadi hari ini dan besok (dok. ASDP)

GM ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel.

Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan.

Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak.

Area itu tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.

“Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.

Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis.

Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume.

Editorial Team