Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Adam M. Tugio di ASEAN-Pakistan Cooperation (Sumber: KBRI Islamabad)
Beberapa pengamat menyambut baik pelaksanaan acara resepsi bersama tersebut, salah satunya yakni Pemimpin Redaksi Daily Islamabad POST, DNA News Agency, Centreline Journal Ansar Mahmood Bhatti. Ia mengatakan upaya KBRI merayakan kemerdekaan HUT RI sekaligus merayakan Hari ASEAN bersama Kedubes negara negara ASEAN di Islamabad merupakan langkah tepat dan yang patut diapresiasi.
“Acara ini memberikan kesempatan bagi para undangan yang hadir untuk memiliki pengetahuan langsung tentang ASEAN,” ujarnya.
Disisi lain, Direktur Eksekutif Pusat Studi Global and Strategis (CGSS) Khalid Taimur Akram mengatakan kawasan ASEAN-Pakistan memiliki makna kerjasama yang sangat potensial saat ini. Ia menyebut pada tahun 1997, Pakistan mendapat status Mitra Dialog Sektoral (SDP), yang membuka lebih banyak jendela kerjasama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, industri, investasi, lingkungan, ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia.
“ASEAN memainkan peran sentral dalam perjanjian perdagangan bebas dengan anggota non-ASEAN lainnya,” ujar pakar CGSS yang kerap bekerjasama dengan KBRI ini.
Akram juga menyatakan bahwa prospek perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Pakistan cukup tinggi. Ia menyebut Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) dan keuntungan pelengkap yang terkait dengan mega proyek ekonomi akan memberikan sejumlah peluang bagi negara-negara kawasan untuk meningkatkan hubungan perdagangan/komersial.
Untuk meningkatkan hubungan ASEAN-Pakistan, Akram juga menyampaikan beberapa usulan.
“Perlunya rezim visa, usaha patungan dengan interaksi business-to-business (B2B), dan keterlibatan sektor UKM akan memperluas rasio perdagangan-investasi antara ASEAN-Pakistan,” paparnya.