Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Awal Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.299 per Dolar AS
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat cukup tajam pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (10/1/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah menguat 51 poin ke level Rp14.299 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.350 per dolar.

1. Faktor eksternal penguatan rupiah

Default Image IDN

Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah sore ini terjadi karena pelaku pasar bertaruh data inflasi AS dan penampilan dari beberapa pejabat Federal Reserve akan mendukung kenaikan suku bunga.

“Imbal hasil Treasury AS melonjak pekan lalu menyusul sikap Federal Reserve AS yang hawkish dalam risalah dari pertemuan Desember 2021,” kata ibrahim.

Di sisi lain, rupiah menguat karena dolar melemah disebabkan oleh laporan pekerjaan AS untuk bulan Desember, yang dirilis pada Jumat. Laporan menunjukkan bahwa non-farm payrolls berada di 199 ribu, lebih rendah dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan 3,9 persen.

2. Investor fokus ke inflasi

ilustrasi rupiah (IDN Times/Umi Kalsum)

Ibrahim lebih lanjut menyatakan bahwa investor sekarang menunggu data inflasi, termasuk indeks harga konsumen, yang akan dirilis akhir pekan ini. Sementara itu, China juga akan merilis indeks harga konsumen dan produsen pada Rabu.

“Investor sekarang menunggu komentar dari sejumlah pejabat Fed sepanjang minggu,” kata Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menyebut pembicaraan AS-Rusia mengenai meningkatnya ketegangan di Ukraina juga membuat para pedagang gelisah. Ini karena kedua belah pihak tampak berjauhan dan kegagalan berisiko menimbulkan konfrontasi bersenjata di depan pintu Eropa.

3. Faktor internal penguatan rupiah

Default Image IDN

Dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan pelaku pasar optimis pemerintah akan berhasil mendapatkan dana segar dari Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II. Ini sudah mulai dijalankan sejak awal tahun ini.

“Setelah berlaku, ternyata banyak wajib pajak yang langsung memanfaatkan program ini. Terbukti, baru hari ke lima berjalan sudah ada lebih dari 1.000 wajib pajak yang mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi selama ini,” kata Ibrahim.

Ibrahim mengatakan meski dalam perdagangan sore ini rupiah ditutup menguat 51 poin, pada satu titik rupiah sempat menguat 55 poin. Untuk perdagangan besok, ia menyebut mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp14.270-Rp14.350.

Editorial Team