Berdasarkan rencana yang disetujui, dana sebesar 200 miliar baht (Rp107,9 triliun) akan digunakan untuk bantuan langsung. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban rumah tangga, petani, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang paling terdampak oleh kenaikan harga energi.
Sisa dana pinjaman akan dipakai untuk proyek energi jangka panjang. Proyek ini mencakup pengembangan energi terbarukan, penggunaan kendaraan listrik, pembuatan infrastruktur pengisian daya, serta pelatihan pekerja untuk mendukung ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Anutin menyatakan, langkah ini bertujuan untuk menciptakan biaya energi yang stabil dan bersaing di masa depan. Dia juga berjanji dana akan disalurkan langsung kepada masyarakat.
"Dana ini akan langsung diberikan kepada rakyat. Tidak akan ada proyek perantara yang tidak penting antara pemerintah dan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Anutin, dilansir Bangkok Post.
Kelompok utama penerima bantuan adalah petani, pelaku UMKM, serta warga berpendapatan rendah dan menengah. Bantuan akan diberikan dalam bentuk potongan harga untuk kebutuhan bertani, pengurangan biaya produksi, dan bantuan dana untuk konsumsi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.