Jakarta, IDN Times - Muncul fenomena gelombang barang murah asal China semakin membanjiri pasar Amerika Latin. Konsumen di wilayah ini antusias dengan harga miring produk e-commerce dari China, namun hal ini menimbulkan tantangan serius bagi peritel lokal dan beban bagi layanan bea cukai setempat.
Pertumbuhan pesat e-commerce dari platform China seperti Temu, SHEIN, dan AliExpress menembus angka penjualan diperkirakan melonjak hingga 47 persen mencapai 13 miliar dolar AS (Rp211,2 triliun). Lonjakan ini terutama didorong oleh efisiensi logistik baru dan penyesuaian metode pembayaran lokal yang memikat konsumen Amerika Latin.