Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BCA Cetak Laba Bersih Rp57,5 Triliun Selama 2025, Tumbuh 4,9 Persen
Ilustrasi BCA. Shutterstock/Allegra P

Intinya sih...

  • BCA mencatat pertumbuhan total kredit lebih dari 7 persen, dengan penyaluran kredit ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, rumah tangga, dan sektor berkelanjutan.

  • Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan alami pertumbuhan 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, dengan kontribusi hingga 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan BCA.

  • Pendanaan BCA solid sepanjang 2025 dengan dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 13,1 persen mencapai Rp1.045 triliun serta total Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,2 persen mencapai Rp

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun sepanjang 2025. Capaian itu naik 4,9 persen year on year (yoy) dibandingkan 2024.

Bukan hanya itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA juga tumbuh 4,1 persen, dan pendapatan selain bunga naik 16 persen. Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4 persen dibanding 2024.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan nasabah serta dukungan pemerintah dan otoritas sehingga BCA mampu melewati 2025 dengan solid dan menorehkan kinerja positif.

"BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif," kata Hendra, dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/1/2026).

1. BCA bukukan pertumbuhan total kredit lebih dari 7 persen

Ilustrasi request naik limit Kartu Kredit BCA di myBCA (dok. BCA)

BCA juga menutup 2025 dengan capaian pertumbuhan total kredit sebesar 7,7 persen menjadi Rp993 triliun. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025

"Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga," ujar Hendra.

Kredit usaha yang disalurkan BCA mengalami pertumbuhan 9,9 persen menjadi Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran tersebut sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional.

Pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025.

Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8 persen yoy menjadi Rp25,2 triliun. Kualitas kredit BCA pun terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8 persen dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya.

Kemudian rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) terkendali pada level 1,7 persen dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

2. Penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan alami pertumbuhan

Foto Gedung BCA (instagram.com/gabrielladellaney)

Selain itu, BCA juga mencatatkan pertumbuhan dari sisi penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, yakni sebesar 11,7 persen yoy menjadi Rp255 triliun per Desember 2025.

Capaian itu berkontribusi hingga 25,8 persen terhadap total portofolio pembiayaan BCA sepanjang tahun lalu. Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan ke sektor berkelanjutan salah satunya ditopang kredit kendaraan bermotor listrik yang naik 53 persen secara tahunan mencapai Rp3,6 triliun.

“BCA melakukan berbagai upaya mengurangi emisi karbon, salah satunya melalui pengelolaan limbah dari kegiatan operasional hingga 657 ton. Upaya ini dilakukan bersama dengan inisiatif-inisiatif keberlanjutan lainnya seperti digitalisasi, gedung ramah lingkungan, dan konservasi alam, dengan potensi pengurangan emisi operasional mencapai 5.575 tCO2eq (ton CO2 ekuivalen),” tutur Hendra.

3. Pendanaan BCA ada pada level solid sepanjang 2025

Ilustrasi myBCA di smartwatch (bca.co.id)

Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) mengalami pertumbuhan 13,1 persen mencapai Rp1.045 triliun. Kemudian, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen mencapai Rp1.249 triliun.

Adapun total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17 persen mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Sementara itu, frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19 persen.

"Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat. BCA terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru, seperti QRIS Tap via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga menambah berbagai valuta asing pada poket valas. Terkini, myBCA dapat diakses di smartwatch berbasis WearOS dan Apple," tutur Hendra.

Editorial Team