Jakarta, IDN Times - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen. Perseroan memandang langkah tersebut sebagai kebijakan strategis dalam merespons dinamika ekonomi global serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan, perseroan terus mempertimbangkan berbagai faktor tersebut guna menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.
“Secara bersamaan, BCA senantiasa melakukan review berkala dan menjaga tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” ujar hera kepada IDN Times, Jumat (22/5/2026).
