Jakarta, IDN Times - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai menyosialisasikan Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK). Kemenpar akan memulai proyek ini dengan tiga daerah perwakilan yang menjadi pilot project yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) mewakili daerah Indonesia Timur, Jawa Barat mewakili daerah Tengah dan Riau mewakili Timur.
Ketiga provinsi tersebut akan mendapat sosialisasi selama sebulan dan akan menjadi benchmark bagi wilayah lain untuk mengembangkan MKK.
"Itu (MKK) sudah terjadi, yang sudah terjadi. Itu yang kita jadikan pedoman. Mungkin sebulan ini selesai ketiga pilot project," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jakarta Pusat, Senin siang (9/9).
Lalu, bagaimana MKK ini bekerja? Berikut penjelasan Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti yang juga berperan sebagai Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC).
