Jakarta, IDN Times - Mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perjalanan untuk keperluan wisata, pendidikan, hingga pekerjaan disebut kian menjadi bagian dari gaya hidup sebagian warga.
Namun, di balik tren tersebut, proses pengurusan visa masih kerap dipersepsikan rumit dan menyita waktu. Persyaratan administrasi yang berlapis, perbedaan aturan antarnegara, hingga kewajiban datang langsung ke kota tertentu dinilai masih menjadi tantangan bagi calon pelancong.
Kondisi itu membuat sebagian pemohon visa gagal, meski sebenarnya memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Pemilik WEPOSE Travel Services, Surya Purnawan mengatakan kegagalan pengurusan visa sering kali bukan disebabkan oleh kelayakan pemohon.
"Kami melihat banyak klien yang sebenarnya layak mendapatkan visa, namun gagal karena proses yang tidak dipersiapkan dengan benar," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).
