Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berita Saham Hari Ini: 38 Emiten Menguat
Timmy Si Robot

Jakarta, IDN Times - Hampir seluruh indeks sektoral menghijau, mendorong IHSG ke zona positif. Sektor industri perdagangan, jasa dan investasi paling tinggi kenaikannya sebesar 9.36%, diikuti industri aneka industri 7.03% dan infrastruktur 6.80%. Berikut kabar selengkapnya.

1. Saham blue chip naik ke zona hijau pada perdagangan siang hari.

Timmy Si Robot

Indeks menghijau 84.44. Sepanjang perdagangan saham hari ini, emiten dengan kenaikan paling signifikan BBCA sempat mencapai 25000 poin di titik tertinggi, dan terendah 23875 poin. Dari 45 saham, sebanyak 38 emiten mengalami penguatan, 6 emiten melemah, dan 1 emiten tidak mengalami pergerakan.

2. Emiten bersandi BBCA memimpin penguatan saham

Timmy Si Robot

Hari ini emiten bersandi BBCA menduduki peringkat pertama setelah dibuka pada level 23875 per saham, kemudian mencapai poin tertinggi pada 25000 dan sempat menyentuh titik terendah sebesar 23875. Emiten yang dikuasai Bank Central Asia Tbk ini ditutup menguat di level 24875 per saham, di mana sebelumnya 25 Mei 2020 ditutup 23825 per unit, dengan harga sekitar 24751.1 per transaksi.

3. Pada sektor financial, BBRI paling sering diperdagangkan

Timmy Si Robot

Dari 677 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), kode emiten BBRI menjadi saham favorit dengan percentage exchange terbesar 0.40%. Sementara itu, di industri perdagangan, jasa dan investasi, saham dengan kode emiten MNCN bergerak 1.72% dengan volume transaksi 67008800 dan frekuensi diperdagangkan sebanyak 6955 kali. Pada perdagangan IHSG, BBCA menjadi top gainer dengan nilai kenaikan mencapai 4.22%. Sedangkan saham ICBP menjadi top loser dengan penurunan -7.26%

This article was generated with the assistance of artificial intelligence (AI) and reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, and our editors carefully fact-check and refine the content to ensure quality and credibility.

Editorial Team