Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Beri Sinyal, Masih Punya Ruang Pangkas Suku Bunga Acuan
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Rabu (28/1/2026). (YouTube/BI)

Intinya sih...

  • BI akan terus dorong kredit dengan ekspansi likuiditas

  • Cadangan devisa Indonesia dijaga dan ditingkatkan untuk ketahanan eksternal

  • Kebijakan moneter BI fokus pada stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bank sentral masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan setelah enam kali pemangkasan sejak September 2024.

Menurut Perry, ruang pemangkasan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) terbuka, seiring dengan inflasi yang tetap rendah, serta kebutuhan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga dengan inflasi yang rendah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Rabu (28/1/2026).

1. Ekspansi likuiditas buat dorong kredit

ilustrasi kredit (pixabay.com/mastersenaiper)

Selain kebijakan suku bunga, Perry mengatakan, Bank Indonesia akan melanjutkan ekspansi likuiditas moneter agar perbankan memiliki likuiditas yang lebih memadai. Jadi, penyaluran kredit ke sektor riil dapat terus ditingkatkan.

"Kami pastikan kawan-kawan perbankan, likuiditas akan lebih cukup supaya Anda semua bisa menyalurkan kredit demi sektor riil," ujarnya.

2. Cadangan devisa dijaga untuk perkuat ketahanan eksternal

ilustrasi devisa negara (unsplash.com/micheile henderson)

BI juga terus menjaga ketahanan eksternal perekonomian melalui pengelolaan cadangan devisa. Saat ini, cadangan devisa Indonesia tercatat 156,5 miliar dolar AS, dan akan terus dijaga serta diupayakan meningkat.

"Cadangan devisa kami terus akan jaga dan kami usahakan akan lebih meningkat untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi kita," kata Perry.

3. Rupiah dijaga agar tetap stabil dan menguat

ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)

Kebijakan moneter BI dijalankan dengan pendekatan pro-stability and pro-growth, yakni menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui suku bunga yang rendah, ekspansi likuiditas, dan kecukupan cadangan devisa.

"Kami akan pastikan stabilitas khususnya nilai tukar. Kami akan bawa jaga stabilitas dan akan terus kami dorong untuk menguat rupiah kita," ujar Perry.

Editorial Team