Jakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bank sentral masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan setelah enam kali pemangkasan sejak September 2024.
Menurut Perry, ruang pemangkasan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) terbuka, seiring dengan inflasi yang tetap rendah, serta kebutuhan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga dengan inflasi yang rendah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Rabu (28/1/2026).
