Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) melaporkan telah membeli surat berharga negara (SBN) senilai Rp39,92 triliun sejak awal tahun hingga 18 Februari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, dari total pembelian tersebut, sebesar Rp20,23 triliun dilakukan di pasar sekunder.
“Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter,” kata Perry dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
