Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) menegaskan akselerasi digitalisasi pembayaran di Indonesia harus dibarengi dengan penguatan struktur industri sistem pembayaran agar semakin andal, aman, dan berdaya tahan. Penegasan ini menjadi inti reformasi pengaturan industri sistem pembayaran yang terus didorong BI.
Komitmen tersebut disampaikan dalam acara Diseminasi Kebijakan Reformasi Pengaturan Industri Sistem Pembayaran yang diikuti lebih dari 200 pimpinan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PSP) dan Penyelenggara Penunjang di Bank Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.
