Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia akan berinvestasi pada 21 proyek hilirisasi tahun ini.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan investasi di 21 proyek itu dikelola oleh PT Danantara Asset Management (DAM), dengan nilai investasi Rp500 triliun.
“Tahun ini kami di Danantara itu, di Danantara Asset Management di tempat yang saya kelola, itu ada 21 proyek hilirisasi dengan total investasi hampir Rp500 triliun,” kata Dony dalam acara CBNC Indonesia Economic Outlook 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Dony mengatakan, 21 proyek itu termasuk dengan 6 proyek yang sudah dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pekan lalu.
Enam proyek itu antara lain:
Smelter Alumunium Baru di Mempawah, Kalimantan Barat.
Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.
Pabrik bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pabrik biorefinery (bioavtur) di Cilacap, Jawa Tengah.
Proyek peternakan unggas terintegrasi di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pabrik garam di Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik.
Pekan depan, Danantara akan melakukan groundbreaking 10 proyek hilirisasi.
“Dari total 21 proyek yang akan kita lakukan dan kita akan groundbreaking di tahun 2026,” ucap Dony.
Danantara menargetkan, proyek-proyek itu bisa mendorong penciptaan lapangan pekerjaan di Indonesia, dan juga pertumbuhan ekonomi.
“Dampaknya tentu signifikan yang kita harapkan nanti, pertama tentu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, yang kedua tentu memberikan dampak lapangan pekerjaan yang signifikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Dony.
