Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)
ilustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Intinya sih...

  • Deposito merupakan investasi sederhana dan aman, cocok bagi generasi muda yang belum siap mengambil risiko tinggi.

  • Investasi properti stabil dan menghasilkan pendapatan pasif, namun memerlukan modal awal besar dan perencanaan keuangan matang.

  • Logam mulia dapat menjadi lindung nilai terhadap inflasi, likuid, dan mudah diperjualbelikan, meski tidak memberikan pendapatan pasif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Generasi muda memiliki keunggulan besar dalam dunia investasi, yaitu waktu. Dengan usia yang relatif muda, mereka memiliki rentang waktu yang lebih panjang untuk belajar, mengambil risiko secara terukur, serta mengembangkan kekayaan melalui berbagai instrumen investasi.

Dilansir dari situs SMBC, terdapat banyak pilihan investasi yang tersedia kerap membuat generasi muda kesulitan menentukan instrumen yang tepat.

Apa saja jenis investasi tersebut?

1. Deposito

Deposito (pixabay.com)

Deposito merupakan salah satu bentuk investasi yang paling sederhana dan relatif aman. Keunggulan utama deposito terletak pada keamanannya, karena dana yang diinvestasikan dijamin oleh bank serta menawarkan tingkat bunga yang umumnya lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Dalam instrumen ini, investor menyimpan sejumlah dana di bank untuk jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap. Bagi generasi muda yang belum siap mengambil risiko tinggi, deposito dapat menjadi pilihan awal yang tepat. Selain itu, deposito membantu membangun kebiasaan menabung sekaligus memahami pentingnya menempatkan dana pada instrumen yang memberikan imbal hasil.

Meski demikian, tingkat bunga deposito relatif rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya, sehingga kurang optimal bagi investor yang menargetkan pertumbuhan modal signifikan dalam jangka panjang.

2. Properti

Ilustrasi riset pasar properti (freepik.com)

Investasi properti cenderung mengalami apresiasi nilai dari waktu ke waktu dan dapat menghasilkan pendapatan pasif melalui penyewaan.

Bagi generasi muda, investasi ini dapat berupa pembelian rumah atau apartemen yang digunakan sendiri maupun disewakan untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Keunggulan investasi properti adalah stabilitasnya karena relatif tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi pasar seperti saham. Namun, investasi ini membutuhkan modal awal yang cukup besar, sehingga memerlukan perencanaan keuangan yang matang.

3. Logam mulia

Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Logam mulia telah lama dikenal sebagai instrumen investasi yang aman, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Aset ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan nilai dan bahkan cenderung meningkat saat terjadi krisis ekonomi.

Bagi generasi muda, logam mulia dapat menjadi bagian dari portofolio investasi sebagai lindung nilai terhadap inflasi atau pelemahan nilai mata uang. Investasi ini dapat dilakukan melalui pembelian fisik, seperti emas batangan atau koin, maupun melalui produk keuangan seperti reksa dana emas atau Exchange Traded Fund (ETF).

Meski tidak memberikan pendapatan pasif, logam mulia bersifat likuid dan mudah diperjualbelikan ketika dibutuhkan.

4. Saham

Ilustrasi penurunan nilai saham (freepik.com)

Saham merupakan jenis investasi yang menawarkan potensi keuntungan tinggi, namun juga disertai risiko yang lebih besar. Dengan membeli saham, investor memiliki sebagian kepemilikan dalam suatu perusahaan, sehingga berhak atas pembagian keuntungan (dividen) serta potensi kenaikan harga saham.

Bagi generasi muda yang memiliki toleransi risiko lebih tinggi dan horizon investasi jangka panjang, saham dapat menjadi pilihan menarik untuk meningkatkan nilai aset secara signifikan.

5. Obligasi pemerintah

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)

Obligasi pemerintah adalah instrumen investasi di mana investor meminjamkan dana kepada pemerintah untuk jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga tetap. Salah satu contoh yang populer di Indonesia adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) yang ditawarkan secara berkala kepada masyarakat.

Instrumen ini tergolong sangat aman karena dijamin oleh pemerintah. Bagi generasi muda, obligasi pemerintah menawarkan stabilitas serta kepastian pendapatan dari pembayaran bunga. Selain itu, nominal pembelian yang relatif terjangkau membuat obligasi cocok bagi investor pemula.

6. Reksadana

Reksadana merupakan instrumen investasi di mana dana dari berbagai investor dihimpun dan dikelola oleh manajer investasi profesional.

Dana tersebut dapat diinvestasikan ke berbagai aset, seperti saham, obligasi, atau pasar uang, sesuai dengan jenis reksa dana yang dipilih.

Bagi generasi muda yang belum memiliki waktu atau pengetahuan mendalam untuk mengelola investasi sendiri, reksa dana menjadi solusi praktis. Pengelolaan portofolio dilakukan oleh manajer investasi yang berpengalaman dan disesuaikan dengan kondisi pasar.

Reksadana juga menawarkan fleksibilitas sesuai profil risiko investor, mulai dari reksa dana pasar uang yang relatif aman hingga reksa dana saham yang berisiko lebih tinggi namun berpotensi memberikan imbal hasil lebih besar.

Editorial Team