ilustrasi data analysis (pexels.com/pixabay)
Banyak bisnis hanya fokus pada penjualan saat THR turun. Padahal, peluang besar justru ada setelahnya melalui retargeting. Kumpulkan data pelanggan, seperti nomor WhatsApp atau email, untuk promosi lanjutan setelah Lebaran.
Gunakan momentum ini untuk membangun database yang kuat. Setelah euforia selesai, kamu masih bisa menjual dengan pendekatan yang lebih personal. Dengan begitu, THR bukan cuma mendongkrak omzet sesaat, tapi juga memperpanjang siklus penjualan.
Momentum THR adalah waktu terbaik untuk agresif, tapi tetap strategis. Jangan hanya ikut-ikutan diskon besar tanpa konsep yang jelas. Rancang strategi yang meningkatkan nilai transaksi sekaligus memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Jika dimanfaatkan dengan tepat, lonjakan daya beli ini bisa jadi batu loncatan untuk pertumbuhan bisnis yang lebih stabil. Kuncinya bukan sekadar ramai, tapi bagaimana membuat pelanggan datang kembali setelah musim THR berakhir.