Hampir semua pelaku bisnis atau jasa pernah bertemu klien yang terasa “nguras energi”. Permintaannya berubah-ubah, chat di luar jam kerja, dan sering tidak puas meski sudah dipenuhi. Situasi seperti ini bukan cuma mengganggu pekerjaan, tapi juga mental.
Masalahnya, klien rewel tidak selalu bisa langsung ditinggal, apalagi jika masih dibutuhkan secara bisnis. Di sinilah tantangannya: bagaimana tetap profesional tanpa ikut terpancing emosi. Strategi yang tepat bisa menyelamatkan kerja sama sekaligus menjaga kewarasan.
