Jakarta, IDN Times - PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo memiliki bisnis logistik halal dan cold storage (HLC) yang dikelola anak usahanya, PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL).
SPSL menjalankan bisnis tersebut melalui anak usahanya juga, yakni PT Multi Terminal Indonesia atau MTI Multi SCM. Bisnis logistik halal dan cold storage itu berada di Jakarta, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Priok. Adapun luasnya sekitar 3.600 hektare (ha) untuk cold storage, yang dilengkapi 23 chamber, yang terdiri dari 14 unit freezer, 8 unit chiller, dan 1 unit ruangan dingin.
Direktur Utama MTI Multi SCM, Ruri Indrasari Rachmaputri mengatakan meski skalanya masih kecil, namun utilisasi cold storage tersebut bisa meningkat 300 persen di 2023 ini.
“Utilisasi memang naik 300 persen, karena banyak juga faktornya kuota-kuota itu banyak yang turun juga. Jadi kalau di cold storage kita itu kebanyakan dari sisi turunan agrobisnis, bawang putih, cabai, buah-buahan, makanan juga, minuman, daging,” kata Ruri saat ditemui IDN Times, seperti dikutip Rabu (27/12/2023).
Ruri mengatakan, saat ini kontribusi bisnis HLC itu masih sangat kecil dibandingkan lini bisnis lainnya, dan bukan merupakan bisnis utama MTI Multi SCM. Namun, pihaknya meyakini bisnis tersebut dan bisnis lain perusahaan bisa tumbuh rata-rata 8 persen di 2024.
“Kalau pertumbuhannya sendiri kan 7,9 persen nih logistik tahun depan, ya paling tidak minimal target yang mesti kita capai adalah 7,9 persen, itu, 8 persen lah ya, untuk overall logistik,” ujar Ruri.
Di sisi lain, Ruri juga mengatakan meski kapasitas cold storage yang dikelola masih kecil, namun ada beberapa kelebihan yang dimiliki sebagai anak usaha holding Pelindo. Mulai dari akses keluar-masuk barang, lokasi, dan juga jarak dari terminal. Simak wawancara khusus IDN Times bersama Direktur Utama MTI Multi SCM, Ruri Indrasari Rachmaputri.
