Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Namun ia menegaskan keputusan final belum ditetapkan. Pemerintah masih melakukan kajian terkait komponen mana yang akan ditanggung APBN dan mana yang menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Purbaya juga menyampaikan keinginannya untuk terlibat langsung dalam pembahasan antara pemerintah Indonesia dan China mengenai skema pembayaran utang tersebut. Ia menilai penting untuk mencari solusi terbaik yang tidak membebani keuangan negara.
“Makanya saya bilang, kalau nanti mereka diskusi dengan sana, saya ikut. Saya mau lihat. Jangan sampai rugi-rugi amat. Yang penting kita cari yang terbaik untuk negara ini. Prosesnya masih berjalan,” tegasnya.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga memastikan bahwa terdapat pembagian peran yang jelas antara pemerintah dan Danantara dalam proses restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan porsi tanggung jawab Danantara akan berfokus pada operasional Whoosh. Sementara itu, pemerintah akan menangani urusan yang berkaitan dengan infrastruktur proyek.
“Tentu akan dilakukan oleh Danantara, terutama terkait operasional Whoosh. Sedangkan pemerintah tentu menangani aspek infrastruktur,” kata Dony di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Dony juga menambahkan arahan terkait restrukturisasi, termasuk pembagian peran, telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan akan dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah dan Danantara.
“Masalah restrukturisasinya sudah disampaikan oleh Bapak Presiden dan tentu melibatkan pemerintah serta Danantara,” ujarnya.