Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS Catat Neraca Dagang Surplus 0,95 Miliar Dolar AS per Januari
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono. (IDN Times/Triyan).
  • BPS melaporkan neraca dagang Indonesia Januari 2026 surplus 0,95 miliar dolar AS, menandai surplus beruntun selama 69 bulan sejak Mei 2020.
  • Surplus ditopang ekspor nonmigas senilai 21,26 miliar dolar AS dengan kenaikan tahunan 4,38 persen, terutama dari lemak nabati, nikel, dan mesin elektronik.
  • Impor naik 18,21 persen menjadi 21,20 miliar dolar AS; impor migas meningkat tajam hingga 27,52 persen sementara nonmigas tumbuh 16,71 persen secara tahunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS. Dengan capaian ini, neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus pada Januari 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas sebesar 3,22 miliar dolar AS.

"Komoditas penyumbang surplus nonmigas antara lain lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar 2,27 miliar dolar AS, terutama disumbang oleh komoditas minyak mentah, hasil minyak, dan gas. Adapun surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor pada Januari 2026.

1. Nilai ekspor Januari tembus 22,16 miliar dolar AS

Ateng menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar 22,16 miliar dolar AS atau naik 3,39 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu. Nilai ekspor nonmigas pada Januari 2026 mencapai 21,26 miliar dolar AS, meningkat 4,38 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang sebesar 20,37 miliar dolar AS.

"Peningkatan nilai ekspor Januari 2026 secara tahunan terutama ditopang oleh ekspor nonmigas pada sejumlah komoditas. Lemak dan minyak hewan/nabati atau HS 15 naik 46,05 persen dan memberikan andil sebesar 4,61 persen terhadap total kenaikan ekspor. Selanjutnya, nikel dan barang daripadanya atau HS 75 meningkat 42,04 persen dengan andil 1,43 persen," ucapnya.

Kemudian, mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya atau HS 85 naik 16,27 persen dengan andil satu persen terhadap peningkatan total ekspor.

2. Nilai ekspor migas drop 15,62 persen

Sementara, nilai ekspor migas selama Januari 2026 tercatat 0,89 miliar dolar AS, turun 15,62 persen dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu, yang tercatat 1,06 miliar dolar AS.

"Total nilai ekspor sepanjang Januari 2026 mengalami peningkatan utamanya didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas," kata dia.

3. Kinerja impor meningkat 18,21 persen

Di sisi impor, nilainya mencapai 21,20 miliar dolar AS atau meningkat 18,21 persen dibanding Januari 2025. Impor migas tercatat sebesar 3,17 miliar dolar AS atau naik 27,52 persen secara tahunan. Sementara itu, impor nonmigas senilai 18,04 miliar dolar AS juga meningkat 16,71 persen secara tahunan.

Peningkatan impor secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan impor nonmigas dengan andil sebesar 14,40 persen.

Editorial Team