Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS: Jumlah Kunjungan Wisman ke RI Naik 10,5 Persen pada Maret 2026
Potret wisatawan mancanegara di Pantai Nyanyi, Bali (IDN Times/Dewi Suci)
  • BPS mencatat 1,09 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2026, naik 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya meski turun 6,17 persen dari Februari 2026.
  • Sebagian besar wisman masuk lewat jalur udara dengan kontribusi 77,04 persen dari total kunjungan, disusul laut 18,74 persen dan darat 4,22 persen.
  • Secara tahunan seluruh moda transportasi alami kenaikan, namun secara bulanan hanya transportasi darat yang meningkat sementara udara dan laut menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Maret 2025

BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 841,03 ribu kunjungan.

Februari 2026

Jumlah kunjungan wisman pada bulan ini menjadi pembanding untuk data Maret 2026 dalam laporan BPS.

Maret 2026

BPS melaporkan jumlah kunjungan wisman mencapai 1,09 juta atau naik 10,5 persen dibanding Maret 2025, namun turun 6,17 persen dibanding Februari 2026. Wisatawan didominasi pengguna transportasi udara sebesar 77,04 persen.

4 Mei 2026

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan data kenaikan kumulatif wisman Januari–Maret 2026 sebesar 8,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Badan Pusat Statistik melaporkan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 10,5 persen pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Who?
    Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.
  • Where?
    Data disampaikan di Jakarta, sementara kunjungan wisatawan tercatat di berbagai pintu masuk utama Indonesia melalui jalur udara, laut, dan darat.
  • When?
    Laporan disampaikan pada Senin, 4 Mei 2026, dengan data mencakup periode kunjungan wisatawan selama bulan Maret 2026.
  • Why?
    Kenaikan terjadi karena peningkatan jumlah wisatawan yang datang melalui berbagai moda transportasi, terutama udara, laut, dan darat dibandingkan tahun sebelumnya.
  • How?
    Peningkatan tercatat sebanyak 1,09 juta kunjungan pada Maret 2026; mayoritas menggunakan transportasi udara sebesar 77,04 persen dari total kedatangan wisman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang dari luar negeri datang ke Indonesia bulan Maret 2026. Katanya ada satu juta lebih orang datang, lebih banyak dari tahun lalu. Mereka paling suka naik pesawat buat ke sini. Ada juga yang naik kapal dan lewat jalan darat. Sekarang jumlahnya masih banyak, tapi sedikit turun dari bulan Februari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mengalami kenaikan selama Maret 2026.

Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman selama periode tersebut sebanyak 1,09 juta kunjungan atau naik 10,5 persen dibandingkan Maret 2025. Pada Maret 2025, BPS mencatat ada 841,03 ribu kunjungan wisman ke dalam negeri.

"Secara kumulatif, wisman yang masuk dari Januari sampai Maret 2026 mencapai 3,44 juta, meningkat 8,62 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau Februari 2026, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2026 turun sebesar 6,17 persen.

1. Pesawat jadi moda transportasi favorit wisman ke Indonesia

Ilustrasi pesawat terbang (IDN Times/Muhammad Arief)

Adapun rincian berdasarkan jalur masuknya wisman dibedakan melalui tiga pintu utama. Berdasarkan pintu masuk, jumlah wisman pada Maret 2026 mencapai 930,50 ribu kunjungan melalui pintu masuk utama seperti udara, laut, dan darat serta 157,67 ribu kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.

Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara berkontribusi sebesar 77,04 persen, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 18,74 persen dan 4,22 persen.

Wisman yang melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara tercatat sebanyak 716,82 ribu kunjungan. Kemudian wisman lewat pintu masuk menggunakan moda angkutan laut sebanyak 174,39 ribu kunjungan, dan lewat pintu masuk menggunakan moda angkutan darat sebanyak 39,29 ribu kunjungan.

2. Jumlah wisman menggunakan transportasi udara, laut, dan daratan alami kenaikan secara tahunan

Ilustrasi wisatawan mancanegara di Gili Trawangan Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Secara tahunan, jika dibandingkan Maret 2025, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2026 melalui transportasi udara dan laut mengalami kenaikan.

Jumlah wisman yang masuk ke Indonesia menggunakan transportasi udara pada Maret 2025 naik 7,07 persen dibandingkan Maret 2025. Pun halnya jumlah wisman yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi laut melesat 20,12 persen pada Maret 2026 dibandingkan Maret 2025.

Adapun jumlah wisman yang datang ke Indonesia menggunakan transportasi darat pada Maret 2026 meroket 49 persen dibandingkan Maret 2025.

3. Jumlah wisman gunakan transportasi darat naik secara bulanan

Wisatawan mancanegara saat tiba di Pelabuhan Gili Trawangan menggunakan kapal cepat dari Bali. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Secara bulanan, kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan transportasi udara dan laut justru menurun, sedangkan transportasi darat mengalami kenaikan.

Kunjungan wisman ke Indonesia menggunakan transportasi udara selama Maret 2026 menurun 8,41 persen dibandingkan Februari 2026.

Kemudian, kunjungan wisman ke Indonesia yang menggunakan transportasi laut pada Maret 2026 juga turun 5,53 persen dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, penggunaan transportasi darat naik 12,78 persen dibandingkan Februari 2025.

Editorial Team