Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Persentase tersebut menjadi yang tertinggi sejak Pandemik Covid-19.
“Perkembangan ekonomi Indonesia sejak kuartal I 2021 hingga kuartal IV 2025 menunjukkan bahwa secara year-on-year ekonomi tumbuh 5,39 persen. Pertumbuhan pada kuartal IV 2025 ini merupakan yang tertinggi pasca pandemi Covid-19,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Konferensi Pers BPS, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan bahan paparannya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2021 tercatat sebesar 5,03 persen, kemudian kuartal IV 2022 sebesar 5,01 persen, kuartal IV 2023 sebesar 5,04 persen, dan kuartal IV 2024 sebesar 5,02 persen.
Dari sisi besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tercatat sebesar Rp6.147,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp3.474,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
Secara kumulatif, sepanjang tahun 2025 ekonomi Indonesia juga menunjukkan kinerja positif. BPS mencatat PDB Indonesia mencapai Rp23.821,1 triliun (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun (ADHK). Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen.
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif secara tahunan pada kuartal IV 2025. Satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi adalah sektor pertambangan.
Adapun lima lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan. Kelima sektor tersebut secara total menyumbang 63,09 persen terhadap PDB Indonesia.
“Kontribusi besar dari sektor-sektor utama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir 2025,” ujar Amalia.
