ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Dari sisi pendanaan, BRI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.555 triliun, tumbuh 9,4 persen secara tahunan. Komposisi dana murah (current account saving account/CASA) tercatat mencapai 68,1 persen, menunjukkan dominasi dana berbasis tabungan dan giro yang lebih efisien.
Likuiditas bank tetap terjaga, meskipun rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 87,66 persen. Kenaikan ini mencerminkan fungsi intermediasi yang semakin kuat, dengan ruang likuiditas yang relatif lebih terbatas.
"Sementara itu, total aset BRI tercatat mencapai sekitar Rp2.249 triliun secara konsolidasi per Maret 2026, tumbuh lebih dari 7,2 persen dibandingkan tahun lalu," ungkapnya.
Secara keseluruhan, kinerja BRI menunjukkan ekspansi yang tetap agresif di sektor riil, terutama UMKM dan perumahan. Namun, peningkatan risiko kredit menjadi catatan di tengah tekanan ekonomi yang masih menekan kemampuan bayar debitur.