Jakarta, IDN Times — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pada kuartal I-2026 menjadi 3,01 persen, turun dari posisi Desember 2025 sebesar 3,07 persen.
Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti menjelaskan, perbaikan rasio tersebut tidak terlepas dari strategi pengelolaan risiko yang lebih disiplin.
Sepanjang 2025, BRI menerapkan strategi pertumbuhan selektif (selective growth), memperketat early warning system khususnya di segmen ritel, serta mengoptimalkan fungsi collection dan recovery.
“Strategi pengelolaan risiko yang dijalankan selama 2025 mulai berjalan efektif,” ujarnya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BRI, Kamis (30/4/2026).
