Menteri BUMN Erick Thohir menyambangi kelompok nasabah Ultra Mikro PT PNM, bersama Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi dan Direktur Utama BRI, Sunarso di Desa Guwa Lor, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, MInggu (29/8/2021). (Dok. BRI)
Sunarso juga memaparkan, Holding Ultra Mikro akan berkontribusi terhadap konsep-konsep pembangunan yang berdasarkan Environmental, Social, dan Governance (ESG). Melalui pemberdayaan pelaku usaha Ultra Mikro, kapabilitas usaha serta literasi dan inklusi keuangan akan ditingkatkan.
“Saya kira ini yang diapresiasi oleh investor publik dengan baik. Dan ini merupakan spirit bahwa sebenarnya struktur atau pun pilar ekonomi Indonesia memang masih mayoritas didukung oleh segmen yang kecil-kecil, terutama di UMKM, dan terutama lagi di ultra mikro yang masih banyak yang harus kita layani,” ungkap Sunarso.
Terkait potensi bisnis di ekosistem usaha UMi tersebut Sunarso menegaskan, pada 2019 dari 65 juta usaha mikro atau 98,67 persen dari total usaha di Indonesia, terdapat sekitar 58 juta usaha ultra mikro di dalamnya. Namun hanya sekitar 20 juta usaha ultra mikro saja yang telah memperoleh akses pendanaan dari sumber formal seperti bank, BPR, perusahaan gadai, koperasi, maupun lembaga keuangan lainnya.