Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cadangan Devisa RI Turun Jadi Rp2.517 Triliun, Ini Alasannya
Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 turun menjadi 148,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.517 triliun, menurun 3,7 miliar dolar AS dibandingkan Februari.
  • Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta pembayaran utang luar negeri di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
  • Meskipun turun, posisi cadangan devisa masih cukup kuat untuk membiayai sekitar enam bulan impor dan menjaga ketahanan eksternal serta stabilitas makroekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (cadev) pada akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.517 triliun dengan kurs Rp16.990 per dolar AS.

Berdasarkan data BI, posisi cadangan devisa turun 3,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,86 triliun dibandingkan posisi Februari sebesar 151,9 miliar dolar AS atau setara Rp2.580 triliun.

1. Faktor penyebab cadangan devisa turun

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan  penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," tegasnya dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

2. Posisi cadangan devisa Maret masih bisa mendukung ketahanan eksternal dan jaga stabilitas rupiah

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Ia menjelaskan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.


3. Rincian cadangan devisa periode Desember-Maret 2026

Logo Bank Indonesia

Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.

Berikut jumlah cadangan devisa periode Desember 2025-Maret 2026

  • Desember 156,5 miliar dolar AS

  • Januari 154,6 miliar dolar AS

  • Februari 151,9 miliar dolar AS

  • Maret 148,2 miliar dolar AS

Editorial Team