Ramadan selalu identik dengan lonjakan konsumsi dan banjir promo di berbagai lini bisnis. Dari produk kebutuhan harian sampai kategori lifestyle, semua berlomba memberi potongan harga paling agresif. Di tengah euforia diskon, banyak pelaku usaha terjebak dalam perang harga yang justru menggerus margin dan merusak posisi merek.
Padahal, perang harga bukan satu-satunya cara untuk bertahan, apalagi menang. Strategi yang tepat bisa membuat bisnis tetap relevan tanpa harus ikut arus diskon ekstrem yang melelahkan. Kuncinya ada pada diferensiasi, persepsi nilai, dan pengelolaan strategi yang cermat. Yuk, simak cara cerdas memenangkan persaingan saat promo Ramadan sedang panas-panasnya!
