Ramadan selalu jadi momen yang penuh peluang bagi para pelaku bisnis. Permintaan meningkat, pola belanja berubah, dan banyak konsumen cenderung membeli dalam jumlah lebih besar dari biasanya. Di satu sisi, ini kesempatan emas untuk meningkatkan omzet. Di sisi lain, salah mengatur stok bisa berujung pada dua masalah klasik yaitu barang menumpuk setelah lebaran atau justru kehabisan saat permintaan sedang tinggi.
Mengatur stok saat Ramadan butuh strategi yang lebih rapi dibanding bulan biasa. Kamu tidak bisa hanya mengandalkan feeling atau kebiasaan penjualan sebelumnya. Perlu perhitungan, pemantauan, dan fleksibilitas agar stok tetap seimbang. Berikut beberapa cara yang bisa membantu bisnis tetap aman tanpa overload dan tanpa kehabisan barang di momen penting.
