ilustrasi aplikasi DANA (dana.id)
Selain itu, Vince melihat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai peluang besar bagi masyarakat Indonesia meningkatkan daya saing global. AI dinilai mampu menciptakan kesetaraan kesempatan antarnegara dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi sesuai kapasitas masing-masing.
“Ini justru menjadi potensi yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia. AI tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau riset, tetapi juga untuk pendidikan, pengembangan kebudayaan, pelatihan, hingga penelitian sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Vince, kemajuan AI saat ini bersifat leveling the playing field, karena hampir seluruh negara berada pada tahap sama dalam proses adopsi. Meskipun beberapa negara seperti AS dan China lebih maju, akses terhadap teknologi AI tidak sepenuhnya terbuka, sehingga memberi peluang bagi negara lain untuk berkembang mandiri.
Dengan pemanfaatan AI yang tepat, Vince melihat Indonesia mampu memperkuat posisi di kancah global, sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Misalnya, DANA memperlihatkan inovasi yang tidak hanya sebuah aplikasi tapi juga platform berbasis komunitas dan bertujuan memperluas inklusi keuangan. Harapannya dengan menjadi layanan keuangan digital yang terpercaya, DANA bisa memberikan manfaat untuk bisnis sekaligus kebiasaan finansial yang sehat.
Selain itu, DANA juga fokus menggunakan teknologi untuk efisiensi dan akuntabilitas bagi masyarakat dan bumi. DANA mulai mengukur efisiensi melalui Laporan Keberlanjutan DANA 2024. Lalu melacak limbah dan memperkenalkan program daur ulang serta aplikasi DANA menghasilkan hanya 0,14-gram setara CO2 ekuivalen.