potret Perdana Menteri Kanada, Mark Carney (flickr.com/Policy Exchange via commons.wikimedia.org/Policy Exchange)
Normalisasi hubungan dagang ini bermula dari kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ke Beijing pada pertengahan Januari 2026, yang menghasilkan kemitraan strategis baru. Dalam pertemuan tersebut, Kanada sepakat mengizinkan masuknya kuota tahunan sebanyak 49 ribu unit kendaraan listrik asal China ke pasar domestiknya, dengan tarif rendah sebesar 6,1 persen.
Kebijakan ini merupakan kelonggaran dari tarif 100 persen yang sebelumnya diterapkan pada 2024 lalu, sebagai respons terhadap tekanan pasar global. Sebagai timbal balik, China berkomitmen untuk menurunkan tarif biji kanola dari tingkat gabungan sekitar 84 persen menjadi 15 persen.
Kesepakatan ini dirancang untuk mendorong investasi China di sektor manufaktur otomotif Kanada dalam tiga tahun ke depan. Target jangka panjangnya adalah memastikan bahwa pada tahun 2030, setidaknya 50 persen dari kendaraan listrik yang diimpor tersebut memiliki harga yang terjangkau, yakni di bawah 35 ribu dolar Kanada (Rp430 juta). Hal ini sejalan dengan visi ekonomi Perdana Menteri Carney untuk memperluas kemitraan dagang, guna mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada satu pasar utama saja. Melalui strategi ini, Kanada juga menargetkan peningkatan total ekspor ke China sebesar 50 persen pada tahun 2030.
Dalam pidato resminya di Beijing, PM Mark Carney menegaskan bahwa hubungan antara Kanada dan China telah menciptakan peluang besar bagi masyarakat kedua negara.
"Dengan memaksimalkan keunggulan kita serta berfokus pada sektor perdagangan, energi, pertanian, dan bidang menguntungkan lainnya, kita tengah membangun kemitraan strategis baru yang berlandaskan kesuksesan masa lalu," kata Carney, dilansir The Guardian.
Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu, turut menyatakan bahwa melalui pengaturan ini, Kanada sedang menyelesaikan masalah perdagangan yang telah lama berlangsung, serta membangun jalur untuk investasi baru yang menguntungkan pekerja dan bisnis Kanada. Pemerintah Kanada juga menekankan bahwa kemitraan ini mencakup kolaborasi yang luas di sektor energi bersih, teknologi hijau, dan keamanan publik untuk mencegah kejahatan lintas negara.