Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pengangguran
ilustrasi pengangguran (pexels.com/Ron Lach)

Intinya sih...

  • Pengangguran di perkotaan lebih besar dibandingkan di pedesaan

  • Usia muda (15-24 tahun) jadi pengangguran tertinggi

  • Tamatan SMK memiliki persentase pengangguran tertinggi

  • Distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi adalah tamatan SMA pada November 2025 mencapai 29,61 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan 0,109 juta orang, menjadi 7,35 juta orang per November 2025.

Data BPS menunjukkan, pengangguran laki-laki ada sebanyak 4,75 persen, sedangkan pengangguran perempuan lebih rendah hanya 4,71 persen.

1. Pengangguran dari sisi tempat tinggal dan kelompok umur

ilustrasi pengangguran (freepik.com/freepik)

Jika dilihat dari daerah tinggalnya, pengangguran di perkotaan lebih besar dibandingkan di pedesaan dengan presentase 5,61 persen dan 3,31 persen.

Kemudian dari kelompok umur, usia muda (15-24 tahun) jadi pengangguran tertinggi dengan presentase 16,26 persen.

2. Pengangguran dari sisi pendidikan

ilustrasi pengangguran friksional (unsplash.com/Emil Kalibradov)

Berikutnya berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pengangguran tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tercatat sebesar 8,45 persen, tertinggi dibandingkan tamatan pada jenjang pendidikan lainnya.

Di sisi lain, paling rendah berada pada tingkat pendidikan SD ke bawah. yaitu sebesar 2,29 persen.

Selama Agustus-November 2025, distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi adalah tamatan Sekolah Menengah Atas yang pada November 2025 mencapai 29,61 persen. Sementara itu, distribusi pengangguran terendah adalah tamatan Diploma I/II/III, yaitu sebesar 1,95 persen.

3. 10 provinsi dengan jumlah pengangguran tertinggi

Ilustrasi pengangguran (freepik.com)

Berikut ini daftar 10 provinsi pengangguran tertinggi di Indonesia menurut BPS:

1. Papua - 7,08 persen

2. Jawa Barat - 6,66 persen

3. Banten - 6,63 persen

4. Papua Barat Daya - 6,56 persen

5. Kepulauan Riau - 6,35 persen

6. DKI Jakarta - 6,31 persen

7. Maluku - 6,11 persen

8. Sulawesi Utara - 5,78 persen

9. Aceh - 5,6 persen

10. Sumatra Barat - 5,52 persen

Editorial Team