Ilustrasi kekayaan (pexels.com/Burst)
Lívia Voigt de Assis, berusia 21 tahun, tercatat sebagai salah satu miliarder muda dunia pada 2026 dengan kekayaan bersih sekitar 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp20,4 triliun, kurs Rp17.000 per dolar), menurut data real-time Forbes per 14 Maret 2026. Saat ini, ia menempati peringkat 2964 dalam daftar miliarder dunia dan menjadi miliarder termuda kedua di dunia, setelah pewaris perusahaan farmasi Jerman, Johannes von Baumbach, yang berusia 19 tahun.
Lívia adalah salah satu pemegang saham individu terbesar di WEG, produsen motor listrik terbesar di Amerika Latin. WEG didirikan oleh kakeknya, Werner Ricardo Voigt, bersama dengan mendiang miliarder Eggon Joao da Silva dan Geraldo Werninghaus. Perusahaan ini telah berkembang menjadi perusahaan multinasional yang tercatat di bursa saham, dengan fasilitas manufaktur di lebih dari sepuluh negara dan pendapatan sekitar US$6,7 miliar pada 2024.
Meski memiliki saham besar, Lívia tidak memegang kursi dewan maupun posisi eksekutif di WEG. Saat ini, ia fokus melanjutkan pendidikan sambil menikmati masa mudanya. Lívia tinggal di Florianópolis, Brasil, berstatus lajang, dan kekayaannya berasal dari industri mesin dan motor listrik.
Kisah Lívia menyoroti tren generasi muda yang memperoleh kekayaan besar melalui warisan saham keluarga di perusahaan global yang terus berkembang, sambil tetap menekuni pendidikan mereka.