Jakarta, IDN Times - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Asia Tenggara (ASEAN) kompak mengalami kenaikan bervariasi yang menunjukkan adanya perbedaan kerangka subsidi, struktur perpajakan, dan dampak alias paparan terhadap minyak global.
Tren tersebut muncul di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang telah memperketat pasokan global, mendorong harga minyak mentah acuan di atas 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, dan mengganggu jalur pelayaran utama khususnya melalui Selat Hormuz.
Perkembangan situasi tersebut lantas mulai menguji ketahanan sistem penetapan harga bahan bakar domestik di seluruh ASEAN. Selain itu, juga menyoroti kesenjangan semakin lebar antara pasar yang didorong oleh subsidi dan pasar yang lebih langsung terpapar fluktuasi harga internasional alias nonsubsidi.
Lantas bagaimana kondisi harga BBM saat ini di 10 negara ASEAN? Berikut informasinya seperti dikutip dari New Straits Times.
